Mukadimah

(Untuk perenungan)

Berjalanlah dengan lidahmu, berpikirlah dengan hatimu, melangkahlah dengan pendengaranmu, melihatlah dengan kakimu, bersantaplah dengan helaan nafasmu, bercerminlah dengan rambutmu, berbusanalah dengan akal pikiranmu.

 

Sekuntum mawar telah merekah diantara semak belukar padang ilalang bertajukkan bulir – bulir air yang jernih yang dapat mematikan semak belukar, dengan disinari hangatnya mentari akan menumbuhkan padang rumput yang hijau sehingga bunga mawar tersebut nampak elok dipandang mata serta dapat menjadikan penyejuk dan pendamai bagi hati yang sedang terluka.

 

 

~ Ironi ~

 

Teriring kasih berlimpahkan nikmat

Kuberjalan melewati waktu

Diantara buih-buih gelombang yang menghujam

Sampaikah kasih yang kuberikan padamu

Diantara buih-buih gelombang tersebut ?

Gelegar halilintar, petir menyambar

Seketika terasa hampa

Bumi bergetar, air bergejolak tetapi semilir angin tetap terasa

Ada setitik kedamaian diantara  berjuta-juta dusta

Hiruk pikuk makhluk berhamburan ketika terdengar

Letupan memecah keheningan

Aku terkejut …………

Siapakah aku …………?

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.