TUJUAN HIDUP

Dunia adalah alam persinggahan sementara diperuntukan bagi manusia guna mempersiapkan diri menentukan pilihan masa depannya di alam keabadian. ALLAH memberikan perbekalan kepada manusia di dunia dengan sarana prasarana-Nya agar manusia hidup sejahtera dan menginginkan manusia bersyukur serta berterima kasih atas segala pemberian-Nya. ALLAH menciptakan manusia yang paling sempurna diantara makhluk ciptaan lain-Nya karena ALLAH ingin DIAKUI oleh manusia meskipun ujian, cobaan, bencana dan musibah ditimpakan kepada manusia. ALLAH memberikan ujian untuk mengukur kadar keimanan manusia agar dapat mengetahui dan menentukan siapa yang berhak menempati neraka, surga atau bersisian dengan-Nya di ARASY .

Ruh sebelum dimasukkan kedalam raga telah berjanji akan kembali berjumpa dengan ALLAH dalam keadaan tetap suci tetapi setelah berada dalam raga yang mempunyai nafsu keduniaan maka ruh menjadi terabaikan, raga dan jiwa sangat mudah tergoda oleh hasrat iblis  menjadikan dunia sebagai ALLAHnya  maka ruh tersebut menjadi kotor, jika ruh sudah kotor maka dia tidak akan dapat memenuhi janjinya dan ALLAH akan menempatkan dia bersama jiwa di dalam neraka. Surga dihuni oleh ruh maka kenali dan ajak ruh untuk senantiasa berdialog dengan ALLAH agar ketika perhitungan perbuatan baik perbuatan buruk di alam keabadian akan mendapatkan pengampunan dan diselamatkan karena ruh sangat dikenal dan mengenal ALLAH dengan sangat dekat. Manusia yang selamat adalah manusia yang dikenal dan mengenal ALLAH dengan segenap hati dan akal budinya, sikap perbuatannya dilakukan dengan kasih dan sayang tanpa mengharapkan imbalan. Jika saudara menginginkan kasih ALLAH hendaknya dalam menjalani alur kehidupan berupayalah untuk dapat menerima dan berlapang hati dengan berpikir positif atas apa yang terjadi tanpa mengeluh dan mengumbar cerita perihal kesulitan atau kesenangan kepada sesamanya dan jangan sekali-sekali menyalahkan ALLAH jika permasalahan terjadi lakukan introspeksi diri,  masalah yang terjadi pada manusia sesungguhnya adalah buah dari perbuatan atau hukum sebab akibat. Jangan pernah menjauh atau melupakan ALLAH dalam keadaan apapun baik ketika suka maupun duka ajaklah ruh untuk terus mengingat ALLAH dengan mengajaknya memuji atau berdialog, jadilah pengguna jasa ALLAH dalam setiap helaan nafasmu maka tidak akan menjadi manusia yang merugi di dunia maupun di alam keabadian.

Saudara-saudara yang terkasih…..

ALLAH menjadikan manusia hidup dibumi karena ingin mendapatkan pengakuan agar manusia hanya menyembah dan percaya kepada Keesaan ALLAH yang menjadikan manusia hidup sempurna. Didalam tubuh manusia terdapat senyawa zat-zat ALLAH yang membuat manusia hidup maka tidak dibenarkan jika manusia saling menyakiti dan tidak saling memaafkan karena manusia hidup berdasarkan pemberian dan belas kasih dari ALLAH.

Bentuk wujud pengakuan yang diinginkan ALLAH dari manusia adalah :

  • Tidak menduakan ALLAH atau bersekutu dengan makhluk ciptaan-Nya
  • Tidak mensejajarkan ALLAH dengan makhluk ciptaan-Nya
  • Tidak menistakan dan menodai Kesucian-Nya
  • Tidak menyeru nama ALLAH dengan sembarangan
  • Tidak melanggar apa yang dilarang
  • Menjadi pengguna jasa ALLAH dalam kehidupannya
  • Senantiasa memaafkan dan mengampuni kesalahan diri dan sesamanya
  • Berlapang hati dan berpikir positif menerima ujian, cobaan, bencana dan musibah
  • Berempati dengan wujud kasih kepada sesamanya
  • Bersabar adalah bertahan dan berupaya dengan melakukan  perbuatan yang tidak merugikan orang lain
  • Lisan dan perbuatan terjaga dengan tidak menyakiti phisik dan non fisik
  • Menjaga pandangan dan pendengaran untuk hal-hal yang manfaat dan disukai ALLAH
  • Gunakan anggota tubuh untuk melakukan banyak kebajikan tanpa berharap imbalan ( pahala/ materi/ pujian/ dll )
  • Bersyukur dan berterima kasih atas kenikmatan yang dirasakan tubuh dengan mengasihi diri dan sesama

ALLAH sangat dekat dan ingin dikenal untuk dicintai oleh manusia sesungguhnya tidak sulit bagi manusia untuk merasakan kedekatan dan kasih sayang-Nya agar dapat mencintai ALLAH tetapi terdapat manusia yang mempersulit diri dengan aturan-aturan yang dibuatnya dan melakukan beragam ritual budaya mengakibatkan ALLAH menjauh darinya karena ALLAH disejajarkan dengan ciptaan-Nya. Tata cara yang dilakukan manusia untuk mendekatkan diri pada ALLAH masih berdasarkan kewajiban dengan mengharapkan imbalan dan yang melakukan hanya raganya saja tanpa menyertakan nuraninya sehingga sikap perbuatannya tidak mencerminkan manusia yang mengenal ALLAH.  Pada masa perhitungan di alam keabadian ketika jiwa memohon dengan merengek-rengek agar mendapatkan pengampunan atas segala dosa-dosanya tetapi ALLAH tidak menoleh dan akan mengatakan ”AKU TIDAK MENGENALMU”, atas perkataan tersebut maka jiwa tersebut akan masuk dalam siksa api neraka karena tidak mendapatkan pengampunan. Kesombongan dengan meyakini sudah menimbun pahala karena telah banyak melakukan kebajikan dan menjalankan syariat ibadah dengan sempurna dan benar, berharap mendapatkan keuntungan di alam keabadian ternyata yang diterima adalah kerugian yang sangat besar ketika perhitungan dosa dan kebajikan diadili. Setelah proses penghakiman yang sangat adil berdasarkan bukti-bukti yang akurat beserta saksi-saksi yang sangat terjamin kejujurannya keputusan akhir ada di ALLAH untuk mengenali jiwa-jiwa yang mengenal dan mencintainya dengan tulus maka ALLAH akan mengampuni dan menyelamatkan jiwa-jiwa yang mengenal juga mencintai-Nya dengan senantiasa mengampuni memaafkan kesalahan sesamanya dan melakukan ibadah atau berbuat kebajikan tanpa berharap imbalan  (pahala / materi ).

ALLAH tidak mengenal dan tidak akan mengampuni manusia yang semasa hidupnya tidak mengampuni dan memaafkan kesalahan sesamanya meskipun dalam kesehariannya melakukan ibadah dan selalu memohon ampun dengan derai airmata tetapi dihatinya menyimpan dendam dan kekesalan pada orang lain maka kerugian yang didapat. Saudara berkehendak dan menginginkan ALLAH mengampuni atas segala kelalaian dan kesalahan tetapi saudara tidak bisa mengampuni sesamanya apakah saudara lebih hebat dari ALLAH sehingga bisa mengatur dan mengendalikan ALLAH dengan mencari untung untuk diri sendiri tanpa memperdulikan sesamanya.

Jangan pernah mengatakan saudara sakit hati dan tidak akan memaafkan sampai kapanpun atau sakit hati ini akan dibawa sampai ke liang lahat itu pernyataan manusia bodoh yang menistakan dirinya dihadapan ALLAH  dengan menyekutukan ALLAH dengan dirinya. Kerugian bagi manusia ketika ajal menjemput dihatinya ada bara amarah / dendam/ kebencian/ iri dengki kepada sesamanya maka azab kubur dan siksa neraka yang akan menemaninya di alam keabadian.

Pada hari perhitungan terdapat golongan jiwa manusia yang diabaikan dan tidak dikenal oleh ALLAH adalah  :

  • Pengkhianat ( berkhianat kepada ALLAH dan sesamanya ) diantaranya menduakan ALLAH, tidak mengakui ALLAH, mensejajarkan ALLAH dengan ciptaan-Nya, menistakan ALLAH, menodai kesucian ALLAH, menjual ayat atau dalil demi meraup untung.
  • Manusia yang bersekutu dengan iblis, jin dan syaitan
  • Manusia yang tidak bisa atau tidak mau memaafkan kesalahan sesamanya
  • Manusia yang tidak bersyukur dan berterima kasih atas karunia yang ALLAH berikan dengan begitu banyak nikmat yang dirasakan  tubuhnya, karena sudah menikmati udara, air, angin, hujan, matahari, tanah, tumbuhan, hewan, isi bumi dan alam semesta.
  • Manusia yang selalu mengeluh dalam menjalani kehidupannya dengan menyalahkan ALLAH sebagai penyebabnya atau senantiasa mengeluh karena tidak rela menerima ujian dan cobaan yang ditimpakan kepadanya
  • Pendusta
  • Raganya mengakui kebenaran dan bersikap baik tetapi hatinya senantiasa iri dengki, pendendam menyimpan sakit hati pada sesamanya tanpa bisa memaafkan.
  • Perusuh / penjilat / pefitnah / penghujat
  • Manusia yang senang mengadu domba, pembuat onar, pencetus ide tidak benar, senang bergunjing dan memfitnah, menyakiti sesamanya baik dari lisannya maupun dari anggota tubuhnya.
  • Pemuka agama yang mencari keuntungan dari kepandaiannya
  • Pembunuh dan manusia yang mematikan diri dengan sengaja
  • Pezina, melakukan hubungan persebadanan dengan sesama jenis, persebadanan sedarah, mengubah jenis kelamin
  • Pemabuk dan pengguna barang haram yang menyakiti tubuh
  • Memakan dan menggunakan harta yang didapat dari hasil jarahan mencuri, menipu, rentenir/ riba, merampok/ korupsi
  • Manusia yang menghakimi sesamanya dengan tidak adil melalui lisannya atau perbuatannya
  • Manusia yang membela atau membenarkan dengan membiarkan orang yang melakukan pelanggaran hukum menjadi bebas
  • Menyakiti makhluk ciptaan ALLAH seperti olah raga yang saling  menyakiti tubuh (mempertemukan dua manusia untuk saling menyakiti), mengadu hewan, mengurung hewan yang seharusnya hidup bebas di alamnya, berburu, memancing untuk kesenangan dll
  • Manusia yang tidak amanah suka ingkar janji dengan mengakui dan ingin memiliki yang bukan haknya serta menikmatinya diatas penderitaan orang lain ( serakah )
  • Perayu / penggoda dengan mengumbar auratnya untuk memikat dan menjerat orang lain terjerumus dalam lumpur nista
  • Pelaku seni yang menyebabkan kemungkaran menistakan dan menodai kesucian ALLAH
  • Penyampai berita yang menyebarkan dan membuka aib
  • Manusia sombong, angkuh dan kikir
  • Penimbun harta
  • Penguasa yang tidak bersikap bijak dan adil kepada rakyatnya
  • Pemimpin yang tidak mensejahterakan bawahannya
  • Pemuka agama yang tidak menyampaikan kebenaran yang sesungguhnya
  • Manusia yang selalu mengukur untung rugi dan berharap imbalan  ( pahala / materi / pujian / sanjungan )
  • Penyusup yang mencari berita untuk hal yang tidak benar
  • Pelaku yang menerima suap dan menyuap
  • Penyuka sesama jenis, bergaya atau berpenampilan tidak sesuai kodrat ( waria/ banci/ lesbi/ gay, kelainan sexual )
  • Pelaku kemunafikan

Manusia yang penuh dengan kepura-puraan tidak menyukai kejujuran, berkepribadian ganda karena senantiasa berdusta dalam kata dan perbuatan / kebaikan dan keburukan disejajarkan.

Kerugian dan kepailitan akan diraih jika manusia tidak segera menyadari bahwa selama ini hidupnya telah sia-sia dengan banyak melakukan perbuatan yang tidak disukai bahkan melakukan hal-hal yang dibenci atau dilarang ALLAH, kesempatan hidup yang tersisa gunakanlah untuk memahami apa dan kemana tujuan hidupmu !!!!!!

Bagaimana orang tua dapat menuntun anak-anaknya mengerti tujuan hidupnya jika ia pun tidak tahu tujuan hidupnya, orang tua mempersiapkan masa depan sang anak dengan materi dan mendidiknya untuk mencapai kesuksesan masa depannya di dunia hingga melupakan tujuan akhir hidup sang anak di alam keabadian……

Kebanggaan orang tua jika anak-anaknya dapat meraih kesuksesan di dunia dengan kecukupan materi, kepandaian sejak dini sudah dipupuk untuk masa depannya menjadi manusia yang berhasil dari segi pendidikan dan materi menuntun anak untuk menjadi terkenal di dunia, tuntunan keyakinan pada ALLAH menjadi nomor sekian jika orang tua mengakui dengan jujur dalam lubuk hatinya bahwa orang tualah yang berperan menyesatkan dan menjerumuskan anak karena lebih mengutamakan hal-hal keduniawian, ajaran agama atau keyakinan kepada ALLAH hanya sebagai pelengkap, orang tua sejak dini telah menanamkan sifat bersaing untuk mendapatkan sesuatu dengan mempersiapkan sejak bayi sudah dicemaskan masa depan keduniaannya maka anak dicekoki untuk menjadi yang terdepan agar terkenal dan hidup bergelimang materi.

Ketika kekerasan marak terjadi di muka bumi pertanda manusia wajib introspeksi diri apakah sudah benar mendidik anak keturunannya dengan  kasih sayang dan memperkenalkan ALLAH sebagai sandaran masa depannya, sebaiknya tidak perlu saling menyalahkan tetapi dimulai dari diri sendiri dan keluarga dengan tidak mengejar kekuasaan dan kepuasan untuk dunia saja tetapi mulailah berusaha untuk mengenal dan mencintai ALLAH.  Dari pemimpin tertinggi sampai rakyat jelata hendaknya mulai melakukan perubahan belajar dari kegagalan, berdamailah dengan hati nurani untuk mempunyai kasih kepada sesama tanpa mempermasalahkan perbedaan keyakinan tetapi harus melihat bahwa manusia adalah makhluk ciptaan ALLAH yang harus dikasihi dan di tolong bukan untuk disakiti.

Tujuan manusia hidup didunia adalah ingin DICINTAI DAN MENCINTAI ALLAH agar dikenal dan mendapatkan belas kasihan untuk mendapatkan pengampunan dan diselamatkan dari siksa api neraka. ALLAH tidak sulit untuk dikenal karena ALLAH sudah terkenal tetapi sedikit manusia yang mau membuka diri untuk bisa mengenal ALLAH secara lebih dalam, jika ingin mengenal ALLAH harus dengan berlapang hati dan berpikir positif tidak mengandalkan akal pikiran dan kesombongan merasa paling tahu dan paling pandai maka manusia tersebut menjadi bodoh karena kepandaiannya mengakibatkan kerugian baginya. Selama dunia ini belum berakhir dan manusia masih hidup dimuka bumi maka ALLAH tetap akan memberikan Ilmu perihal KeALLAHan yang mengajarkan kebenaran menuntun manusia untuk mengakui Keesaan, Kebesaran dan Keagungan-Nya agar manusia mendapatkan keselamatan dan kesejahteraan dalam menjalani kehidupannya di dunia dan alam keabadian. Ilmu tersebut diberikan kepada siapa yang ALLAH kehendaki untuk menjadi utusan-Nya menyampaikan kebenaran di muka bumi.

CINTA  ITU  UNTUK  ALLAH

KASIH  ITU  UNTUK  SESAMA

sm

2 Tanggapan

  1. Artikel yang luar biasa,,,,,jadi tau tujuan hidup qt…

  2. semoga kita tetap berada di jalan yang lurus, jalan hidup terbaik yang diridloiNya

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.