Manusia percaya adanya Tuhan yang menciptakan alam semesta beserta isinya kepercayaan manusia kepada Tuhan dilakukan dengan tata cara atau ritual yang diyakininya. Terdapat beberapa pemahaman kepercayaan kepada Tuhan berdasarkan budaya turun temurun karena peradaban yang terbelakang atau penyampaian yang tidak pasti kebenarannya dari para pemuka adat atau pemuka agama atau ketidakpedulian dari sebagian manusia untuk mendapatkan pencerahan perihal Ketuhanan atau ada pula sebagian manusia yang mempunyai keterbatasan wawasan dan ada juga manusia yang ingin sekali menggali lebih dalam memahami apa yang menjadi kehendak Tuhan. Waktu terus bergulir peradaban semakin maju manusia tumbuh kembang sangat cepat dengan keragaman suku dan budaya yang mempunyai karakteristik yang berbeda-beda, perkembangan zaman dapat mempengaruhi perilaku manusia dalam tingkat kepercayaannya kepada Tuhan.
Pemikiran manusia yang berdasarkan akal dan logika kini menjadi yang terdepan dengan kemajuan tekhnologi memudahkan manusia melakukan kegiatan dalam mengisi hari-harinya, sarana dan prasarana mudah di dapat untuk mendapatkan informasi tetapi dampak dari segala kemudahan yang Tuhan berikan ternyata manusia terlena semakin menjauh dan hampir melupakan kasih sayang Tuhan.
Kemudahan dan kenikmatan yang Tuhan berikan diakui oleh manusia adalah hasil karyanya karena kepandaiannya, kekayaaanya, jabatannya, ketenarannya dll keangkuhan dan keserakahan manusia mengakibatkan Tuhan dikalahkan oleh nafsu.
Berlimpahnya harta dan kekurangan harta dapat membuat manusia mencadangkan Tuhan agar kapan dibutuhkan baru di sapa dan dimintai tolong jika tidak membutuhkan maka Tuhan akan diabaikan. Tuhan tidak mengalami kerugian atas perilaku manusia yang demikian tetapi manusia yang akan mengalami kerugian atas perilakunya kepada Tuhan.
Menyaksikan tingkah polah manusia di bumi sungguh sangat miris karena manusia lebih mempersiapkan bekal untuk masa depannya di dunia, himbauan dan ajakan sampai peringatan telah disampaikan tetapi manusia tak bergeming tetap asik masyuk dengan kenikmatan dunia yang hanya sesaat. Dasyatnya pengaruh iblis dengan mudah menjadikan manusia sebagai rekan yang akan menemaninya di neraka dikarenakan manusia menginginkan segala sesuatu dengan mudah dan cepat, iblis pandai dan licik untuk mengabulkan dan memuaskan keinginan manusia dalam waktu singkat. Terlihat sangat jelas dibumi iblis sedang berjaya mempermainkan manusia dengan cara mengadu domba, saling serang, saling mencaci maki, saling membunuh, sebagai perusuh membuat onar di keramaian, berbuat anarkis serasa dirinya yang paling hebat dan kuat, bertambah banyak manusia yang kekurangan sandang pangan dan papan, mengaku keturunan dari utusan dengan mengatasnamakan agama tetapi acapkali memicu kerusuhan, kedamaian di bumi tidak tercipta akibat ulah manusia yang tanpa sadar sedang jadi bulan-bulanan iblis. Manusia lebih mengandalkan kekuatan diri dengan mengabaikan nurani dalam menjalani kehidupannya sehingga banyak manusia celaka, iblis sangat patuh dan telah berhasil menjalankan tugasnya dengan sukses mencelakai begitu banyak manusia setelah berhasil maka iblis akan melenggang terbahak meninggalkan manusia yang meratapi penyesalannya karena telah terhasut bujuk rayunya dan manusia bersiap menerima hukuman yang kekal dari Tuhan . ……
Ketika di bumi sudah carut marut dan manusia sudah tidak ada yang bisa mengendalikannya karena merasa paling pandai dan paling tahu, para petinggi negara, para pemuka agama, ahli kitab tidak mendapatkan kepercayaan lagi, hukum di permainkan, Firman Tuhan diperjualbelikan, sikaya menindas simiskin, penguasa menikam yang lemah, simiskin menjadi sombong, perzinahan menjadi santapan, kekerasan menjadi budaya, hubungan sesama jenis sudah memproklamirkan diri, pria bergaya wanita sudah menjadi kebanggaan dan isi bumi telah mengeluarkan isinya tanpa ada yang bisa menghentikan, ritual budaya menjadi kebutuhan, manusia memamerkan auratnya dengan bangga, manusia mengubah jenis kelaminnya menjadi hal yang biasa, manusia menghias tubuhnya dengan menyakiti, manusia yang mengambil keuntungan dari acara religi atau acara yang mencari dan membuka aib seseorang maka manusia tersebut termasuk dalam golongan manusia yang menistakan Tuhan (demi meraup materi berdalil dakwah atau membantu sesamanya), orang tua menjadi budak anaknya, orang tua berzina dengan anaknya, saudara sekandung berzina, orang tua dan anak saling bunuh, budak dizinai majikan, mematikan diri menjadi jalan penyelesaian, bangunan menjulang tinggi semakin banyak, manusia tidak tahu tujuan hidupnya untuk apa ?
Keadaan manusia di bumi sudah sangat kritis kepercayaan dan keyakinan mereka kepada Tuhan telah luntur mengikuti perkembangan jaman yang semakin maju. Tuhan mereka kini sangat banyak diantaranya adalah mencintai kekayaan, jabatan/kedudukan, popularitas/ketenaran, anak, suami, istri, orang tua, kekasih, keluarga, sosok figur tertentu, hewan, hasrat/nafsu, bangga dengan kecantikan, ketampanan, kepandaian, kemolekan tubuh, kekuatan tubuh, takut akan kemiskinan, penyakit, penderitaan, mencintai dunia dan mempunyai rasa kwatir yang tinggi dll
Manusia lebih mengelu-elukan makhluk untuk dijadikan sosok figur yang membanggakan dirinya sedang kepada Tuhan yang telah memberikan mereka hidup meraka tidak mengelu-elukan apalagi ingin mengenal lebih dekat Tuhannya. Manusia rela berdesak-desakan, menangis, menderita, mengeluarkan materi demi manusia yang di pujanya tetapi sangat miris menyaksikan manusia tidak rela berkorban dengan tulus untuk Tuhan. Manusia akan berhitung untung rugi apabila mengeluarkan harta bendanya atau melakukan kebajikan untuk sesamanya mereka meminta imbalan berupa pahala atau mendapatkan ganti untung agar dilipatgandakan atas apa yang sudah dikeluarkan. Apakah manusia tidak sadar apa yang mereka punya adalah pemberian Tuhan, mereka bisa bekerja karena Tuhan memberikan manusia kekuatan, kesehatan, kepandaian dan Tuhan membuka jalan menuntun manusia untuk mendapatkan materi.
Jangan berkhayal hai manusia bahwa kau sudah menyimpan banyak pahala sebagai bekal pulangmu karena tidak ada manusia yang mengetahui apakah ia mendapatkan pahala atau tidak dan janji Tuhan digenapi bahwa akan dilipatgandakan materi yang dikeluarkan dan nyata dibuktikan pada manusia di dunia (renungkanlah benarkah Tuhan melipatgandakan apa yang manusia inginkan). Seandainya manusia menyadari bahwa janji Tuhan untuknya sudah banyak yang di genapi ketika ia hidup di dunia.
Jika demikian Tuhan sudah menggenapi janji-Nya di dunia maka ketika manusia kembali pulang dan memasuki fase perhitungan perbuatan baik buruk maka manusia sudah mengalami kepailitan atas pahalanya yang tersisa adalah dosa yang menumpuk karena akan dikomulatifkan antara dosa kepada Tuhan, dosa kepada sesama manusia, dosa kepada alam semesta termasuk matahari, bulan, bintang, air, udara, angin, tanah/bumi, hewan, tumbuhan dll.
Manusia pulang membawa dosa maka manusia yang selamat adalah manusia yang dikenal dan mengenal Tuhan untuk mendapatkan pengampunan agar dapat hidup kekal bersama Tuhan Kesucian Tuhan acapkali dinodai dengan menyeru Nama Besar Tuhan dengan sembarangan maka saatnya Kuasa Tuhan yang akan menyelesaikan dengan caranya yaitu dengan menimpakan bencana yang amat sangat besar dan dasyat berasal dari udara/angin, air, bumi dan benda langit yang akan berjatuhan untuk memusnahkan 3/4 manusia dari muka bumi karena Tuhan akan menggantinya dengan dinasti baru yang dapat menjadikan dunia damai sejahtera. Manusia akan hidup berdampingan dengan serba kecukupan tanpa saling menyakiti tetapi hidup dalam lingkungan yang penuh kasih saling menghormati dan menghargai antar sesamanya dapat menerima perbedaan keyakinan tanpa saling mengakui keyakinannya yang paling sempurna. Iman manusia di peradaban baru akan tumbuh kembali karena manusia akan lebih mengenal dan mencintai Tuhan. Tuhan akan membuka tabir-tabir yang belum terkuak sebelum dunia berakhir (kiamat yang sesungguhnya) untuk disampaikan kepada manusia sebagai penggenapan atas firman-firman yang sudah ada kebenaran akan terungkap, keadilan akan dirasakan dan kesejahteraan akan dinikmati oleh manusia di peradaban baru.
Mempersiapkan diri lebih baik sebelum ajal tiba karena saudara tidak akan pernah tahu apakah saudara termasuk bagian dari manusia yang akan dimusnahkan oleh Kuasa Tuhan ataukah saudara masih ada kesempatan untuk hidup damai dalam kasih Tuhan di peradaban baru.
Filed under: Artikel - artikel Ditandai: | Agama, Ahlussunnah, aqidah, Artikel, cinta, curhat, DAKWAH, fiqih, iman, inspirasi, Islam, kajian, nurani, pengetahuan umum, Puisi, remaja islam, Renungan, Sufi, syair, tahukah anda ?, Tak Berkategori, umum