Sesungguhnya telah banyak manusia yang tanpa sadar menodai kesucian Allah dan tanpa sadar pula telah menjadi budak iblis untuk memenuhi hasrat duniawinya. Iblis kini sedang merajai dunia menghasut manusia dari mulai pemuka agama, kaum pandai cendik cendikiawan, ahli kitab, pemimpin, para pejabat sampai fakir miskin, mereka itu dapat dikuasai dan dikendalikan oleh iblis karena manusia tidak menyadari ketika iblis selalu membenarkan yang salah dengan segala aneka tipuan yang dapat membuat manusia percaya dan menyakini sepertinya itu datangnya dari Allah. Iblis dapat membuat dan menjadikan segala sesuatu dengan cepat sesuai keinginan sehingga banyak manusia yang terjerumus dan menjadi hamba iblis. Manusia tetap menjalankan ibadah dan percaya kepada Allah tetapi ritual-ritual budaya tetap dilakukan dan percaya juga kepada selain Allah.
Manusia menjalankan ibadah hanya karena kewajiban dan yang melakukan adalah ragawi dengan harapan mendapatkan imbalan atas ibadah tersebut bukan atas kesadaran diri dengan mengajak ruhnya untuk menghadap Sang Khalik sebagai rasa syukur karena sudah diberi kesempatan hidup dan menikmati apa yang ada di dunia ini. Manusia hendaknya dalam melakukan ibadah jangan pernah berharap imbalan apapun karena janji Allah itu pasti digenapi apalagi sampai manusia berhitung-hitung tentang pahala atau memohon untuk dilipatgandakan dari sisi materi atas apa yang sudah dikeluarkan, menolong dan membantu sesama adalah kewajiban manusia karena manusia hidup saling membutuhkan dan perlu diketahui pula bahwa manusia hidup atas pemberian dan kasih sayang Allah maka tidak patut manusia menuntut imbalan berkali lipat atas apa yang sudah diberikan, bukankah manusia bisa memberikan atau membantu sesamanya itu juga datangnya dari Allah dan apa yang dimiliki adalah bukan miliknya tetapi apa yang saudara punya semua adalah titipan. Manusia dititipkan harta oleh Allah agar manusia dapat menolong sesamanya yang membutuhkan. Jangan jadikan Allah sebagai bandar dari judi saudara dengan meminta dan berharap dilipatgandakan dari materi yang sudah saudara keluarkan, apakah masih kurang atas nikmat yang sudah Allah berikan sampai- sampai manusia menjadi serakah hanya untuk memuaskan ragawi di dunia hingga menggadaikan Allah dengan alasan ibadah berdasarkan dalil-dalil yang digunakan untuk meyakinkan seolah-olah benar perbuatannya.
Pemuka agama lebih pandai dalam memahami isi dalil-dalil untuk tidak menjadikan Allah sebagai bandar judi dengan menyampaikan pemahaman yang keliru karena sesungguhnya Allah Maha Mencukupi sebenarnya tanpa dimintapun jika manusia ikhlas dan banyak bersyukur atas apa yang dinikmatinya maka Allah akan memberi cukup sesuai kebutuhannya, ajaklah para pengikutnya untuk lebih banyak mensyukuri nikmat atas beragam karunia yang sudah dirasakan lalu ajak ruh-ruh manusia hidup berupaya mensucikan hatinya agar ruh-ruh dapat memenuhi janjinya kembali jumpa dengan Allah dalam keadaan suci, jangan urusan untuk kenikmatan ragawi saja yang diarahkan karena di alam keabadian yang kembali hanya jiwa dan ruh, yang menempati surga adalah ruh sedangkan jiwa adanya di neraka dan raga adanya di bumi. Allah bukan pendusta dan akan menggenapi segala kebutuhan manusia dengan cara dan waktu yang Allah lebih tahu, Allah menginginkan manusia mengakui-Nya bukan sekedar kata tetapi hendaknya dibarengi dengan keyakinan yang penuh tanpa ada keraguan sedikitpun maka segala sesuatu akan terpenuhi sesuai keyakinan manusia tersebut. Jangan selalu menyalahkan Allah jika terjadi sesuatu diluar kehendak saudara lalu mengatakan ini takdir, ini cobaan, ini ujian dari Allah tetapi sebelum berpikir tentang hal tersebut sepatutnya saudara ingat bahwa Allah tidak menzholimi manusia tetapi yang terjadi adalah hukum dari sebab akibat ulah manusianya, maka jangan selalu menyalahkan Allah renungkanlah apa yang telah saudara perbuat untuk Allah, apakah sudah memenuhi apa yang dikehendaki Allah ataukah Allah yang harus selalu menuruti kehendak saudara !
Anak-anak yang terkasih…….
Allah berduka menyaksikan betapa manusia kini telah menodainya dengan sangat nyata dan manusia juga sudah tidak lagi memikirkan masa depannya di alam keabadian meskipun peringatan-peringatan sudah diberikan petunjuk sudah disampaikan bukti-bukti sudah diperlihatkan tetapi manusia tidak bergeming tetap asik dengan kenikmatan dunia.
Alam semesta terserang demam karena ulah manusia tetapi manusia tidak berusaha untuk merawat dan menjaganya setelah menguras isinya manusia mengabaikannya, kasihan sekali kau alam habis dikuras lalu diabaikan……
Keserakahan manusia telah menelantarkan dan menjadikan alam semesta kecewa dan bersedih maka Allah berkenan mengambil kembali apa yang dikehendakinya dikarenakan manusia tidak bersyukur dan berterima kasih pada-Nya. Akibat gelombang tinggi nelayan tidak dapat melaut, akibat banjir pertanian, perkebunan, peternakan, pertambangan maka manusia tidak mendapatkan hasil, badai salju, badai angin, badai petir menjadikan penerbangan terhambat, gunung-gunung meletus, isi bumi telah keluar, tsunami, semua bencana telah menjadikan manusia hidup dalam kekurangan sandang pangan dan papan karena Allah berkuasa untuk mengambil apa yang dikehendakinya jika manusia tidak bersyukur dan sangat serakah.
Anakku……
Hal-hal yang membuat Allah berduka dan sangat murka kepada manusia yang telah menodai kesucian-Nya yaitu banyak manusia yang dengan sengaja menyebut nama besar-Nya dengan sembarangan digunakan untuk menyakiti ciptaan-Nya, bermain-main dengan sumpah, menyeru Asma Allah tidak pada tempatnya, menjual ayat-ayat Allah, menjual nama besar Allah mensejajarkan Allah dengan ciptaan-Nya, menduakan atau menyekutukan Allah.
Perbuatan manusia yang tercermin dari sikap tingkah laku maupun lisannya baik sadar maupun tidak sadar sebenarnya sudah banyak melecehkan Keagungan dan Kesucian Allah, manusia meyakini perbuatannya benar dan sudah sesuai syareat agama tanpa mengkaji lebih dalam maksud yang tersirat atau tersurat dari dali-dalil agama. mereka mendapatkan ilmu dari pemuka agama yang belum benar-benar memahami apa yang menjadi kehendak Allah masih banyak pemuka agama yang memberikan pencerahan berdasarkan keinginan mendulang harta, mencari popularitas, prestise, dll meskipun ilmu yang dimiliki masih ala kadarnya atau hanya karena hafal ayat-ayat dan menguasai dalil-dalil maka apa yang diserap oleh pengikutnyapun akan ala kadarnya sehingga tidak dapat menggugah hati jamaah untuk bisa mencintai penciptanya. Ayat-ayat Allah kini banyak diperjualbelikan untuk kepentingan pribadi dengan cara yang terselubung seolah-olah tindakannya benar demi kepentingan sesamanya sesungguhnya mereka sudah masuk perangkap iblis.
Bagi manusia yang suka bersumpah atas nama Allah lisannya suka berkata DEMI ALLAH untuk menyatakan kalau dirinya tidak berdusta atau untuk meyakinkan lawan bicaranya atau untuk sekedar bermain-main dalam perbincangan atau digunakan untuk sumpah jabatan maka ucapan tersebut sesungguhnya saudara sedang menghina dan menghujat Allah dikarenakan Allah dipersamakan dengan saudara yang penuh dosa dan tidak sempurna.
Demi Allah mempunyai arti yang sangat suci dan agung maka tidak diperkenankan manusia menggunakannya untuk bersumpah.
Ketika manusia bersumpah Demi Allah apakah manusia sudah sangat sempurna dan mempunyai sifat-sifat yang Allah punya yaitu manusia tersebut tidak pernah berdusta, tidak pernah berbuat salah, tidak mempunyai dosa, selalu menjadi pemaaf, tidak ada rasa iri dengki sakit hati, kecewa, tidak mempunyai hasrat nafsu kebinatangan dll.
Dari syarat-syarat tersebut maka tidak layak manusia bersumpah atas nama Allah jika ia masih membutuhkan pengampunan dari Allah. Jangan persamakan Allah dengan manusia karena manusia yang bersumpah atas nama Allah sama dengan MURTAD atau tidak mengakui Keesaan Allah dan melecehkan kesucian Allah maka neraka terendah tempat tinggalnya kelak.
Menyeru ALLAHU AKBAR untuk menyakiti sesama hanya karena berbeda keyakinan atau untuk menghancurkan tempat ibadah dengan mengatasnamakan agama itupun sama dengan menghina Allah karena Keyakinan manusia kepada Allah atau tata cara ibadah yang dilakukan adalah murni hanya Allah dan manusia tersebut yang mengetahuinya. Apakah saudara yang menghancurkan tempat ibadah menghina dan menyakiti sesamanya dengan menyebut ALLAHU AKBAR lalu saudara mendapatkan point tertinggi di hadapan Allah, apakah saudara yakin Allah merestui tindakan saudara, renungkan sebelum bertindak jangan mudah terkena bujuk rayu iblis dengan menggunakan dalil-dalil !!!!!!
JANGAN BERDEMO MENGHAKIMI SESAMAMU DENGAN HUJATAN MENCACI MAKI DENGAN MENGATASNAMAKAN AGAMA, JIKA DOSA MASIH MENYELIMUTI TUBUHMU MAKA TIDAK LAYAK SAUDARA MENJADI HAKIM BAGI SESAMANYA.
Ketika saudara menghakimi dengan menghujat, mencaci maki, menghina, mencela, mengutuk orang lain sesungguhnya saudara sedang menistakan diri sendiri dihadapan Allah karena saudara tidak lebih baik dari orang yang dihakimi.
Manusia yang dihakimi akan melakukan introspeksi diri dan bertobat pada Allah tetapi manusia yang menghakimi akan terjerumus karena kesombongan dan keangkuhannya.
Jangan menghakimi seseorang dengan pernyataan bahwa dia KAFIR hanya Allah yang paling mengetahui seseorang itu kafir atau tidak, ketika saudara berkata orang itu kafir sesungguhnya saudara yang kafir dengan pernyataan saudara tersebut pertanda saudara lebih mengetahui dan lebih hebat dari Allah maka manusia yang demikian termasuk dalam golongan manusia yang merugi kelak karena akan diabaikan oleh Allah.
Anakku yang terkasih……
Pelaku yang menghina Allah dengan menghakimi sesamanya karena berbeda keyakinan maka hukumannya adalah siksa neraka dan Allah tidak akan mengampuni manusia tersebut meski dia pemuka agama yang pandai akan dalil-dalil sekalipun. Allah tidak mengutus utusan-Nya untuk menyakititi atau menistakan ciptaan-Nya tetapi harus hidup berkasih sayang dan menyampaikan kebenaran, setiap utusan mengajarkan manusia untuk mengakui Keesaan Allah, setiap utusan tidak menyatakan ajarannya yang paling sempurna atau paling baik.
Manusia tidak mempunyai hak untuk menghakimi perihal keyakinan kepada Allah karena Allah berkuasa mutlak atas diri manusia dan Allah berkehendak menjadikan manusia untuk memilih apa yang terbaik bagi dirinya.
ALLAH TIDAK AKAN MENGAMPUNI MANUSIA JIKA MANUSIA TERSEBUT TIDAK MENGAMPUNI DIRINYA DAN SESAMANYA.
Allah menghendaki manusia dimuka bumi hidup dengan penuh kasih sayang saling tolong menolong saling memaafkan dan menciptakan kedamaian kerukunan antar umat meski berbeda keyakinan dan budaya. Allah mengasihi manusia tetapi mengapa manusia saling membenci dan tidak dapat menerima perbedaan sedangkan adanya perbedaan adalah kehendak Allah maka bagi siapa yang menentang perbedaan keyakinan sama dengan manusia tersebut menentang Allah. Janganlah jadi manusia yang munafik dengan mengakui keyakinannya paling sempurna dirinya paling tahu dan benar jadilah manusia yang selalu berlapang hati dapat menerima segala kekurangan orang lain jadilah pemaaf selalu introspeksi diri pikirkanlah cara untuk dapat jumpa dengan Allah !
Hai manusia yang mengaku sempurna, hebat, pandai bicara, pandai akal, ahli agama, terpandang, terkaya, terhormat, fakir miskin, terkenal, semua itu akan sirna dalam hitungan waktu jika Allah berkehendak, sudah bukan saatnya kini bersitegang mengandalkan kekuasaan, kekuatan, kecantikan, kekayaan, ketampanan, ketenaran, dll. marilah mulai memikirkan rumah masa depanmu di alam keabadian, azalmu sudah di pelupuk mata gunakan waktu yang tersisa karena waktumu di dunia tidak lama lagi segera lakukan pertobatan yang sebenarnya, jangan sia-siakan waktu karena pencabut nyawa bisa datang kapan dan dimana saja persiapkan diri agar ketika pencabut nyawa datang saudara dapat menyambutnya dengan suka cita karena berharap ingin segera jumpa dengan Allah.
Agungkanlah nama besar Allah dengan segenap hati beserta akal budi dan perbuatan yang disukai Allah.
Sucikanlah nama besar Allah dengan menjaga lisan untuk tidak bersumpah dan menyeru nama Allah dengan sembarangan.
Esakanlah Allah jangan menduakannya dengan selain Allah
Kenali dan ajak ruh mu untuk kembali mencintai Allah agar dapat menempati surga.
Semailah benih cinta pada Allah di lubuk hatimu agar dapat menuainya dengan suka cita karena dapat berjumpa dengan Allah.
Filed under: Artikel - artikel Ditandai: | Agama, Ahlussunnah, aqidah, Artikel, cinta, curhat, DAKWAH, fiqih, iman, inspirasi, Islam, kajian, kasih, nurani, pengetahuan umum, Puisi, remaja islam, Renungan, Sufi, syair, tahukah anda ?, Tak Berkategori, umum