“Ya Allah, dengan hati penuh suka cita kami bersyukur kepada-Mu atas segala Karunia Nikmat yang selalu dilimpahkan kepada kami baik hari ini maupun setiap hari. Ya Allah, berilah kami kedamaian bathin yang begitu indah, tuntun dan bimbinglah kami tunjukanlah kepada kami jalan yang lurus mengikuti kehendak-Mu agar kami dapat selamat sampai di sisi-Mu, Amin”.
Bersekutulah hanya dengan Allah dan biarkan Allah yang menyelamatkanmu di dunia dan di alam keabadian kelak, keselamatan manusia bukan hadiah dari Allah melainkan pemenuhan janji bagi manusia yang berpaling hanya kepada Allah.
Jika bersekutu dengan Allah maka manusia akan diselamatkan dari keputus-asaan, diselamatkan dari kesulitan, diselamatkan dari kekhawatiran diberikan rasa damai dalam dirinya yang akan menjadikan ia bersuka cita dalam menjalani kehidupannya.
Manusia harus banyak berterima kasih atas segala perkara bahkan terhadap ujian kehidupan dan kekhawatiran, suka cita merupakan sikap “terima kasih” yang seutuhnya pada Allah.
Apa yang dipikirkan oleh manusia tidak sama dengan yang dipikirkan Allah, kehendak manusia belum tentu menjadi kehendak Allah dan waktu Allah yang lebih tahu kapan tepatnya kehendak tersebut dapat terwujud.
Apakah berbagai rencana dan ambisi yang diperjuangkan oleh manusia membawa kedamaian atau apakah berbagai penghargaan dari dunia membawa ketentraman bathin dan kebahagiaan ?
Jawabnya adalah Tidak! manusia berperang dengan dirinya, manusia yang paling dihargai oleh dunia adalah nama besarnya, ketenarannya, kehormatannya, kekayaannya tetapi ia dapat mengalami kekecewaan akan tampak letih lesu ketika semua itu lenyap jika Allah berkehendak.
Bagi manusia yang berbeban berat, letih dan lesu ketika mengalami kekecewaan jika ia segera menyeru dan berpaling hanya kepada Allah maka Allah akan memberi kelegaan kepadanya karena: Allah sumber suka cita bagi manusia yang letih dan lesu, Penopang bagi manusia yang berbeban berat, Sumber kepulihan bagi manusia yang sakit, Sumber kekayaan bagi yang miskin, Sumber makanan bagi yang lapar, Tempat bernaung bagi pengembara, Sumber kasih bagi manusia yang kesepian.
Maka diwajibkan agar manusia banyak bersyukur karena begitu banyak kenikmatan yang sudah dirasakan.Allah selalu menguji umatnya untuk mengukur seberapa dalam keimanan atau keyakinan umatnya dalam menghadapi ujian dan cobaan yang ditimpakan kepada mereka.
Semua pengorbanan dan semua penderitaan itu bersifat memerdekakan, untuk mengajar manusia atau dipakai untuk mendidik dan menolong manusia lain. Pikiran dan pekerjaan Allah yang luar biasa melampaui pengertian dan pikiran manusia yang terbatas, tidak ada hal sekecil apapun yang terlupakan dalam rencana Allah semuanya sangat sempurna. Taklukan diri sendiri lebih dulu yang menjadi penghalang jangan membuat sendiri perencanaan kedepan karena jalan akan dibukakan setahap demi setahap serahkanlah beban hari esok kepada Allah.
Tenang jangan tegang, jangan takut bila menggantungkan hidup selalu bersama Allah karena Allah akan tetap sama kemarin hari ini dan untuk selamanya. Manusia harus belajar tenang ditengah dunia yang dipenuhi kebimbangan dan perubahan. Tinggalah di dalam kasih Allah ciptakan suasana pengertian yang penuh kasih terhadap semua orang tanpa membeda-bedakan apapun tetapi lebih mengasihi karena semua makhluk ciptaan Allah.
Kasih dan kepercayaan akan menghilangkan kekhawatiran kecemasan dan keresahan dalam hidup.
Ketiadaan kasih akan menghambat jalan menuju kebahagiaan manusia harus saling mengasihi baik kepada mereka yang berbuat baik atau sebaliknya karena Allah akan memberkati manusia yang mempunyai kasih tulus kepada sesamanya dengan berlimpah karunia nikmat dan keselamatan dibumi dan disurga.
Jangan lupa untuk menyambut segala kesulitan dengan kasih dan suka cita yakinlah bahwa Allah menyertaimu belajarlah menanti dalam keheningan, sementara sadar akan kehadiran Allah yang pasti akan membuatmu hidup dan jiwamu akan mendapatkan kelegaan, kekuatan, sukacita dan kedamaian.
Hanya diri manusialah yang dapat menghalangi jalan Allah, takutlah pada kegalauan yang menjangkiti ruh yang mengganggu jiwa dan gangguan apapun lainnya pada ruh daripada takut pada gempa bumi, kebakaran atau kekuatan dari luar lainnya. Saat-saat itu bisa dijadikan sebagai jalan masuk bagi yang jahat, kekuatan jahat mengelilingi jiwa manusia dan bersiap untuk menyerang sebuah area yang tidak dijaga, melalui area itulah sebuah panah melesat menembus dan menciptakan malapetaka yang akibatnya sangat merugikan bagi manusia.
Ingatlah jika terjadi demikian kamu harus tetap tenang dan gembira tetapi cobalah untuk membersihkannya dengan menyerahkan segalanya pada Yang Kuasa selebihnya Allahlah yang akan bertindak. Tidak ada kekuatan jahat yang sanggup menghalangi Kuasa Allah tetapi manusia sendiri yang memiliki kekuatan untuk menghalangi Kuasa Allah itu bekerja yaitu dengan tidak memberi ruang untuk Kuasa Allah bekerja.
Anak-anakku yang terkasih….
Perhatikan kebaikan dalam diri setiap orang kasihilah kebaikan dalam diri mereka perhatikanlah ketidaklayakanmu dibandingkan dengan kelayakan mereka, kasih dan suka cita menjadikan dunia kecilmu berbahagia seperti riak-riak air kolam yang timbul karena adanya batu yang dijatuhkan ke dalamnya dan membuat permukaan airnya bergoyang, demikian pula dengan suka citamu yang akan menyebar di lingkaran yang kian lama kian melebar melampaui segala pengetahuan dan antisipasi jika kamu selalu bersuka cita bersama Allah karena suka cita yang demikian bersifat kekal.
Carilah keindahan dan suka cita di dunia ini pandanglah bunga hingga keindahannya menjadi bagian dalam jiwamu maka kamu akan mengembalikan keindahan itu kepada dunia dalam bentuk sebuah senyuman atau sepatah kata penuh kasih atau sebuah pemikiran yang bijak atau sebuah doa bagikanlah kasih dengan lebih mendalam maka kedamaian akan tercipta.
Mengasihi sesama satu sama lain berarti menyertakan Allah dalam hidupnya, menyertakan Allah dalam hidupnya berarti mewujudkan keharmonisan, keindahan, sukacita kebahagiaan dan kedamaian untuk dirinya dan sesama.
Suka cita merupakan sikap “terima kasih” yang seutuhnya terhadap Allah karena dalam masa sulit dapat merasakan kedamaian.
Raihlah kedamaian dan suka cita dimulai dari diri sendiri dahulu demi mendapatkan Kasih Sejati Allah, ciptakan rasa bahagia mengiringi setiap langkah meniti hari demi hari menuju hari kemenangan. Jangan mengeluh atau berputus asa ketika ujian dan cobaan itu datang tetapi sikapi ujian dan cobaan datang sebagai wujud kasih Allah menyertai agar manusia selalu mengingat-Nya berlapang hati dan bersikap rendah hati itu yang diinginkan Allah bagi mereka yang menerima ujian dan cobaan seberat apapun bebannya jika diterima dengan hati lapang dan sikap rendah hati maka Allah akan memberikan rasa ringan dan damai dalam melalui masa sulitnya.
BERSUKA CITALAH KETIKA BERSAMA ALLAH
BERDAMAILAH DENGAN DIRIMU
KASIHI SESAMAMU SEPERTI ENGKAU MENGASIHI DIRIMU SENDIRI
JAMAHLAH HATIMU SEBELUM MENJAMAH HATI SESAMAMU
TERSENYUMLAH UNTUK DIRIMU SEBELUM UNTUK SESAMAMU
SIBAKKAN TIRAI PESONAMU UNTUK MENEBAR KASIH
ULURKAN TANGANMU UNTUK MENUAI BERKAT
LANGKAHKAN KAKIMU UNTUK MENAPAKI PIJAKAN SUCI
LAPANGKAN HATIMU UNTUK GOD BERSEMAYAM
GOD BLESS YOU
Filed under: Artikel - artikel Ditandai: | Agama, Ahlussunnah, aqidah, cinta, DAKWAH, iman, inspirasi, Islam, kasih, nurani, Puisi, remaja islam, Renungan, Sufi, syair