LIHATLAH KE DALAM SEBELUM MELIHAT KELUAR

Alur kehidupan manusia di muka bumi kini sedang mengalami masa peralihan berbagai musibah dan bencana datang silih berganti, kedamaian tidak lagi dirasakan karena telah berganti menjadi hawa nafsu serakah untuk menguasai dunia. Keramahan kini telah berubah menjadi anarkis sikap rendah hati kini telah berubah menjadi angkuh dan sombong, sikap ingin menolong kini telah berubah menjadi menghakimi, sungguh sangat memilukan menyaksikan  manusia kini lebih mendahulukan kepentingan dunianya.

Demi masa kini Tuhan telah menunjukkan banyak peringatan kepada manusia agar manusia menyadari bahwa TUHAN MURKA melihat makhuk ciptaan-Nya yang paling sempurna tidak mensyukuri apa yang sudah dirasakan dan didapat tetapi manusia lebih memilih DUNIA  sebagai TUHAN-nya.

Manusia mengaku beriman pandai ahli kitab menguasai dalil-dalil tetapi kenikmatan dunia tetap mereka nomorsatukan dan melakukan ibadah bukan karena Allah tetapi masih berharap imbalan sehingga Allah tetap dinomorsekiankan walaupun lisannya selalu menyeru Nama Besar Allah tetapi di dalam hatinya masih banyak selain Allah ( GHAIRULLAH ).

Jangan merasa sudah dapat tiket ke surga hanya karena hafal ayat-ayat, menguasai dalil-dalil kemudian menjadi pemuka agama yang popular banyak beramal atau menjadi tokoh yang di hormati jika semua itu dilakukan dengan masih berharap imbalan baik dari manusia maupun dari Allah, maka semua itu tidak akan bernilai di Alam Keabadian kelak karena Allah telah memberikan imbalan yang sesuai dengan keinginan manusia tersebut di dunia.

Manusia dapat saja merasa cukup dan merasa sudah banyak melakukan ibadah tetapi sangat disayangkan jika perasaan itu muncul maka nilai ibadahnya  sama dengan nol atau tidak bernilai dihadapan Allah karena perasaan tersebut adalah riya terselubung dan Allah sangat tidak menyukai manusia yang riya.

ALLAH menginginkan manusia dalam melakukan ibadahnya dan berbuat kebajikan tanpa berharap imbalan dan melakukan semua itu karena rasa syukur dan ingin dicintai oleh Allah.

Jadilah manusia yang dapat melihat dalam dirinya dahulu sebelum melihat diri orang lain karena manusia dapat melakukan kesalahan, kelalaian, kekhilafan baik yang disengaja maupun yang tidak maka lebih baik membenahi dalam diri dahulu dan berupaya untuk menyempurnakannya agar hidupmu selamat kembali ke sisi Allah, jangan mencampuri urusan orang lain dengan menghina, menghujat, menghakimi karena seharusnya manusia menyadari bahwa dirinya belum tentu lebih baik dihadapan Allah.

Jangan merasa pandai, hebat, kuat, punya jabatan lalu dengan sesukanya menghujat dan menghakimi sangat disayangkan jika manusia bersifat demikian seharusnya cobalah untuk berbesar hati dengan posisikan dirimu apakah nyaman jika Allah membuka aib-aibmu karena semua manusia mempunyai aib baik dosa besar maupun dosa kecil, bersyukurlah kini aib-aib itu belum terbongkar tetapi jika tiba saatnya Allah berkehendak membuka aib tersebut dan mempermalukan dirimu lalu bagaimana dengan dirimu …!!!!!!!!

Jadilah manusia yang berlapang hati dengan lebih mendekatkan diri pada Allah karena manusia tidak pernah tahu kapan dirinya akan celaka sehebat apapun dia jika Allah berkehendak maka terjadilah…….

Semua manusia mempunyai aib dan dosa janganlah membuka aib dan menghakimi orang lain jika kau tidak ingin dipermalukan dan dihakimi karena Hak Penghakiman yang sesungguhnya adalah milik Allah.

Tengoklah selalu dalam dirimu dan selalu benahi segala kekurangannya cari dan berupaya untuk meraih kasih sayang dan cinta Allah dengan sebenar-benarnya dengan cara yang benar.

Hindari permusuhan, pertikaian carilah sahabat yang dapat membuatmu hidup tenang dan damai demi meraih Cinta Ilahi, hiduplah berkasih sayang dengan saling membantu tanpa berharap imbalan, bersihkan hati dengan selalu berpikir positif lalu maafkanlah dirimu dan semua orang yang telah menyakitimu, jangan simpan dendam amarah karena akan merugikanmu kelak.

ALLAH TIDAK AKAN MENGAMPUNI DOSA MANUSIA SEBELUM MANUSIA TERSEBUT MENGAMPUNI / MEMAAFKAN KESALAHAN ORANG YANG TELAH MENYAKITINYA.

Siapapun dia meski  ahli kitab, pemuka agama, sampai manusia awam sekalipun Allah tidak membeda-bedakan jika ketika wafatnya terdapat dendam amarah atau tidak memaafkan kesalahan orang lain maka siksa neraka akan ditimpakan kepadanya karena Allah menghapuskan seluruh amal ibadah dan kebajikannya.

ALLAH MAHA PENGAMPUN dan ALLAH tidak ingin manusia menjadi angkuh dan sombong dengan tidak memaafkan dan telah lebih dahulu menghakimi kesalahan sesamanya tanpa belas kasih dan sayang yang sesungguhnya semua adalah makhluk ciptaan Allah yang tidak berhak saling menghakimi.

Maafkanlah dirimu dan sesamamu segera, sucikanlah hatimu dengan lebih membersihkan diri dari daki-daki dunia luangkan waktumu untuk lebih mendekatkan diri pada Allah, ingatlah ajal siap menjemput lalu tersenyumlah dengan suka cita ketika malaikat penjemput tiba……..

Jadilah manusia yang kaya akan maaf dan kaya akan kasih sayang maka alur kehidupan yang kamu jalani akan merasakan ketenangan dan kedamaian, menjalani kehidupan ini dengan suka cita dan segera menomorsatukan Allah dalam hatimu dengan selalu bersyukur dan berterima kasih pada Allah yang telah mengasihimu dengan banyak memberikan perlindungan, pertolongan,  kenikmatan dan masih menutupi aibmu dan aib keluargamu hingga kini………

Carilah kedamaian di muka bumi ini dimulai dari diri sendiri dahulu jangan menghakimi sesamamu tanamkan rasa kasih sayang kepada sesama dengan banyak berdoa memohon keselamatan untuk umat di muka bumi ini.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.