TIADA TUHAN SELAIN ALLAH yang wajib diakui oleh manusia sebagai yang menciptakan dan mencukupi segala kebutuhan hidupnya menjaga keselamatan di dunia dan akheratnya.
Manusia diciptakan sangat sempurna dan paling mulia tubuhnya terdiri dari raga jiwa dan ruh didalam masih diberi akal pikiran untuk berpikir lalu diberi hati nurani untuk menimbang baik buruk sebelum memutuskan sesuatu hal diberi naluri sehingga dapat merasakan kenikmatan-kenikmatan duniawi dari mulai menyusu karena haus dan lapar ketika usia 0 (nol) bulan sampai kini mempunyai banyak keinginan dan harapan untuk dunianya.
Dengan begitu banyak kenikmatan yang sudah didapat oleh manusia sepatutnya manusia sadar dengan mulai membersihkan hatinya dari daki-daki dunia dan mulai menyerahkan dirinya kepada Tuhan.
Lakukanlah tata cara ibadah menurut para utusan Tuhan yang kamu yakini laksanakan semua ibadah mu dengan benar dan sepenuh hati berlandaskan cinta kepada Tuhan bukan hanya karena ritual-ritual kewajiban saja atau semua dilakukan karena lisan dan ingin diketahui oleh manusia juga.
Para Utusan Tuhan bertugas menyampaikan kebenaran dan melakukan tata cara ibadah yang berbeda-beda dalam mewujudkan rasa syukur dan cintanya kepada Tuhan menurut zaman atau keadaan ketika mereka di tempatkan.
Para Utusan dalam melaksanakan tata cara ibadahnya sesungguhnya mendapatkan tuntunan dan bimbingan dari Tuhan mereka mendapatkan kuasa untuk dapat memahami firman-firman-Nya yang harus disampaikan kepada sesama manusia agar menjadi pedoman bagi manusia untuk mengakui dan menyembah Tuhan.
“ TUHAN TIDAK MENGINGINKAN MANUSIA CIPTAANNYA BERTIKAI HANYA KARENA MEYAKINI KEYAKINANNYA YANG PALING SEMPURNA BENAR DAN BAIK APALAGI SAMPAI TERJADI PERTUMPAHAN DARAH HANYA KARENA PERBEDAAN KEYAKINAN/ AGAMA MAKA DAPAT DIPASTIKAN MANUSIA SEPERTI INI AKAN MENGALAMI SIKSA DAN AZAB YANG AMAT PEDIH DARI TUHAN, PARA UTUSANNYA DIUTUS BUKAN UNTUK MEMECAH BELAH ATAU MEMBAWA AGAMA TETAPI MEREKA DIUTUS UNTUK MELURUSKAN IMAN MANUSIA AGAR MEYAKINI DAN MENGAKUI BAHWA HANYA ADA SATU TUHAN YANG MAHA ESA YAITU ALLAH MAHA DIANTARA YANG TERMAHA PENGUASA ATAS SEGALA PENGUASA.
TUHAN TIDAK ADA MENGISTIMEWAKAN SALAH SATU DARI PARA UTUSANNYA MENJADI YANG TERBAIK TETAPI MANUSIA SENDIRI YANG MEMBUATNYA YANG PADA AKHIRNYA AKAN MENYESATKAN MANUSIA ITU SENDIRI.
TUHAN TIDAK MENGAKUI MANUSIA DARI AGAMANYA TETAPI TUHAN MENGENAL MANUSIA YANG CINTA KEPADANYA DENGAN MEMPUNYAI WUJUD KASIH YANG TULUS KEPADA SESAMA DAN MENJALANKAN APA YANG DIPERINTAHKAN DAN MEMBENCI APA YANG TIDAK DISUKAI OLEHNYA.
TUHAN MAHA PENGASIH DAN PENYAYANG KEPADA MAKHLUK CIPTAANNYA ”.
Tuhan banyak memperlihatkan kebesaran-Nya dengan memberikan kelebihan-kelebihan berupa kepandaian dan mukzijat-mukzijat kepada para utusan-Nya agar sesama manusia meyakini bahwa mereka adalah Utusan Tuhan yang membawa ajaran kebenaran untuk mengenal Tuhan yang menciptakannya.
Mukzijat dari para utusan berbeda-beda disesuaikan dengan masa dan dimana mereka ditempatkan tata cara ibadah mereka juga berbeda-beda tetapi tetap mempunyai tujuan yang sama yaitu Iman kepada Tuhan.
Dihadirat Tuhan Para Utusan mendapatkan kemulian yang sama tanpa perbedaan karena mereka ditugaskan sesuai zamannya dengan tingkat kesulitan yang berbeda-beda maka tidak ada diantara mereka yang dijadikan teristimewa untuk dapat memberikan pertolongan keselamatan bagi pengikutnya kini di hari perhitungan kelak.
Yang dapat menolong manusia terbebas dari siksa kubur maupun siksa neraka adalah hanya Tuhan termasuk para utusan beserta keluarganya yang terpilih mereka mendapatkan jaminan surga dari Tuhan.
Bagi para pengikut utusan mereka akan mempertanggungjawabkan sendiri segala perbuatannya di dunia tanpa dapat pertolongan dari para utusan yang diyakininya dan para utusan tidak dapat menyelamatkan mereka tanpa seijin Tuhan.
Para sahabat dari para utusan yang mendapatkan jaminan keselamatan dapat menempati surganya Tuhan adalah mereka-mereka yang sangat dikenal oleh para utusan karena mereka dengan tulus ikhlas telah mengorbankan harta benda dan dirinya untuk berjuang di jalan Tuhan membantu para utusan meluruskan keyakinan manusia agar menyembah Tuhan. Perjuangan mereka sangat sulit dan berat maka mereka mendapatkan imbalan berupa jaminan keselamatan dapat masuk surga yang disampaikan langsung oleh para utusan Tuhan.
Para utusan dalam menyampaikan kepada para sahabat yang mendapatkan jaminan surga itupun mereka lakukan karena mendapatkan perintah dan ijin dari Tuhan bukan atas keinginan mereka pribadi.
Pelajarilah dengan benar firman-firman Tuhan jangan mudah percaya akan doktrin-doktrin yang sudah turun temurun kaji lebih dalam apa yang tersirat dari ayat-ayat kitab jangan menjadi manusia bodoh yang menelan mentah-mentah apa-apa yang didengar tanpa memahami lebih dalam apa maksud dan tujuan Tuhan dengan ayat tersebut.
Firman-firman Tuhan yang tercantum dalam kumpulan ayat-ayat menjadi kitab-kitab tentunya Tuhan mempunyai maksud dan tujuan dengan menjadikan kitab-kitab tersebut berlaku sampai akhir zaman dan dapat menjadi pedoman bagi kehidupan manusia.
Tuhan banyak menyampaikan firman-firman-Nya berupa kiasan-kiasan sehingga dalam memahami ayat-ayat tersebut seharusnya dapat di tafsirkan dengan benar baru dapat dipergunakan dari masa terdahulu hingga masa terkini dalam situasi bagaimanapun ayat tersebut tetap konsisten dan benar.
Manusia kini harus lebih pandai dan jeli mengkaji dan mentafsirkan ayat-ayat dari Kitab-kitab sehingga maksud tujuan Tuhan sampai kepada manusia yaitu ingin menjadikan manusia ciptaan-Nya semua selamat dan dapat berjumpa dengan-Nya kelak.
Sampai manusia terakhir menjelang kiamat atau masa akhir zaman Tuhan tetap akan mengutus para utusan-Nya untuk terus berupaya meluruskan iman manusia yang selalu melanggar dari segala apa yang dilarang dan tidak disukai oleh-Nya manusia cenderung mempunyai sifat lalai maka Tuhan tidak akan pernah bosan untuk mengingatkan umatnya agar menjadi manusia yang beriman pada Tuhan.
Para Utusan yang diutus oleh Tuhan kepada manusia adalah untuk menyampaikan kebenaran dalam menjalankan Tugasnya para utusan dibimbing dan dituntun oleh Tuhan melalui kuasa-Nya sehingga para utusan dapat melihat dengan penglihatannya Tuhan, mendengar dengan pendengarannya Tuhan, berkata dengan perkataan Tuhan dalam artian bahwa para utusan sudah menyatukan dirinya dengan Tuhan.
Sehingga para utusan tidak lagi membawa-bawa atau membeda-bedakan agama atau keyakinan dalam menyampaikan kebenaran dan harus mempunyai cinta kasih kepada makhluk ciptaan Tuhan.
Para utusan harus mau melayani sesama dalam menjalankan tugasnya dan bukan ingin dilayani atau mencari ketenaran demi kekayaan dunia mereka bekerja dengan tulus ikhlas karena cinta kepada Tuhan tanpa berharap imbalan.
Tuhan dalam memilih para utusan-Nya sesuai dengan kehendak-Nya dan manusia tidak dapat meminta untuk dijadikan sebagai utusan.
Tuhan berkehendak memilih utusan-Nya dari golongan manapun baik pria atau wanita, dewasa atau anak-anak meski mereka tidak pandai dan bukan ahli kitab tetapi atas ijin-Nya mereka mendapatkan karunia kepandaian yang tiba-tiba diberikan oleh Tuhan kepandaian mereka bukan hasil upayanya karena menghafal ayat-ayat atau lain sebagainya tetapi murni mutlak pemberian dari Tuhan.
Jangan melihat latar belakang dari para utusan tetapi lihat buah dari ajarannya apakah dapat membawa manusia hidup penuh dengan kedamaian dan dapat mencapai tingkat kerohanian yang tinggi yaitu dapat mengenalkannya kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Jangan menjadi manusia yang ego meyakini bahwa utusan Tuhan harus dari keturunan Pulan bin Pulan harus dari suku A atau Suku B tetapi buka wawasan dan pandangan bahwa manusia di muka bumi ini sangat banyak dan bumi tempat berpijakpun luas. Tuhan tidak mengistimewakan suku bangsa tertentu untuk terus menerus menjadi cikal bakal memimpin umat bagi manusia di dunia.
Tuhan berkendak memilih siapa saja pria atau wanita dari keturunan siapa suku bangsa apa untuk kemudian dijadikan sebagai kekasih-Nya dan terpilih menjadi Utusan-Nya.
Maka para utusan mendapatkan perlindungan dan dijaga keselamatannya baik di dunia maupun di akheratnya jika ada yang akan menyakitinya maka Tuhanlah yang akan murka dan Kuasa-Nya yang akan berkerja untuk menghalau niat buruk mereka yang akan menyakiti kekasih-Nya.
Abad terus bertambah zaman terus berganti tekhnologi semakin maju manusia bertambah pandai iblis dan jin semakin merajai dunia untuk menyesatkan manusia yang ego akan kepandaiannya.
Wujud Kasih Sayang Tuhan kepada manusia yang paling mulia dari ciptaannya yang lain adalah Tuhan menginginkan manusia selamat dan kembali kepada Tuhan tanpa memperdebatkan masalah keyakinan atau agamanya.
Tata cara apapun yang diyakini untuk bisa sampai dihadirat Tuhan semua kembali diserahkan kepada manusia untuk memilih. Tuhan menginginkan manusia mempunyai keyakinan di hati mengakui bahwa hanya ada Tuhan Yang Tunggal yaitu Tuhan yang membuatmu hidup dan mewujudkan pengakuan tersebut dengan menjalankan apa yang diperintahkan dan membenci apa yang tidak disukai-Nya.
Saudara-saudaraku semajelis yang budiman…..
Mari kita jalin tali silaturahmi sesama manusia ciptaan Tuhan tanpa memperdebatkan masalah keyakinan atau agama jangan menjadi manusia sombong mengaku agamanya yang paling sempurna baik dan benar.
Mari saling menghormati keyakinan saudara-saudara kita jangan saling mengejek dan menyebar fitnah tidak benar tentang ajaran-ajaran agama.
Ingatlah semua utusan Tuhan mengajarkan kebenaran dan tidak membawa ajaran yang menyesatkan dengan mengkelompok-kelompokan agama atau keyakinan mereka tidak saling menghujat dan mengaku bahwa ajaran mereka yang terbaik tetapi mereka saling menghormati dan mengasihi.dan mengakui firman-firman Tuhan yang di ajarkan oleh utusan pendahulunya.
Para Utusan diutus oleh Tuhan sesuai zaman yang berbeda dan mereka tidak menghilangkan ajaran yang dibawa oleh para utusan terdahulu tetapi mereka menambahkan ajaran baru dengan menyempurnakan yang lama karena disesuaikan dengan situasi zamannya pada saat itu begitu seterusnya maka utusan mana dan siapa yang diyakini manusia kini sebagai imam besarnya Tuhan tidak akan membenci dan memusuhinya.
“ TUHAN SAJA TIDAK MEMBENCI MANUSIA YANG MENGIKUTI UTUSAN A ATAU UTUSAN B! KENAPA MANUSIA BISA SALING MEMBENCI DAN MENGHUJAT BAHKAN SAMPAI MENYAKITI HATI DAN PERASAAN SESAMANYA APALAGI SAMPAI MEMBUNUH ”
APAKAH MANUSIA SUDAH MERASA LEBIH HEBAT DARI TUHAN ?
Tidak benar jika dikatakan tidak boleh atau haram ketika memberikan ucapan selamat kepada manusia yang berbeda agama atau keyakinan dalam merayakan suatu hari raya besarnya karena Tuhan Yang Maha Kasih sangat menyayangi hambanya dan tidak memandang agama.
Tuhan sangat senang jika umatnya saling mengasihi dan menghormati satu dengan yang lainnya tanpa ada jenjang perbedaan keyakinan.
Saling memberikan ucapan selamat menunjukkan wujud cinta kasih manusia kepada Tuhannya karena apapun keyakinannya mereka tetap makhluk ciptaan Tuhan yang harus di kasihi.
Ada pula pemahaman yang mengatakan bahwa menikah dengan yang berbeda keyakinan atau agama lain dikatakan dosa besar atau melakukan perzinahan seumur pernikahannya itupun tidak benar sama sekali.
Cobalah kaji lebih dalam apa maksud dari dalil ayat kitab yang menyatakan bahwa menikahlah dengan yang seiman tujuan Tuhan mengeluarkan ayat tersebut adalah menikahlah dengan manusia yang mengakui bahwa hanya ada satu Tuhan yang patut disembah yaitu Tuhan Yang Maha Esa jelas sekali bahwa maksud Tuhan adalah jika menikah harus dengan manusia yang mempunyai keyakinan yang sama yaitu mengakui Tuhan yang membuatnya hidup bukan menikah dengan manusia yang menyembah berhala.
Seiman disini artinya yang sama-sama menyakini Tuhan Ajja wa Jalla sebagai Tuhannya dan bukan mengakui berhala sebagai tuhannya.
Perihal tata cara ibadahnyapun tergantung mereka hendak mengikuti utusan yang mana dan siapa ! semua baik dan benar menurut Tuhan.
Tuhan tidak mengenal agama tetapi Tuhan memberi kebebasan dalam melakukan tata cara ibadah umatnya dalam meyakini Dia sebagai Tuhannya.
Jika demikian kenapa harus dikucilkan atau di benci atau tidak diakui sebagai keturunannya hanya karena mereka menikah berbeda keyakinan tahukah kamu manusia yang berlaku demikian Tuhan sangat murka dan dikatakan bahwa mereka adalah pecundang yang mengatasnamakan Tuhan untuk kepentingan dunianya.
Apalagi sampai mengatakan bahwa mereka melakukan zinah selama hidupnya hanya karena menikah dengan yang berbeda agama atau keyakinan apakah manusia sebagai HAKIM AGUNG yang dapat memfonis makhluk ciptaan Tuhan seenaknya.
Lalu bagaimana dengan mereka-mereka yang mengaku seiman tetapi hidup bersama dalam satu atap tanpa ikatan pernikahan atau jadi wanita tuna susila atau menjadi gigolo atau mereka-mereka yang seiman tapi mempunyai hoby berselingkuh dan berzinah kenapa mereka tidak dikucilkan atau tidak diakui sebagai saudara atau keturunannya yang sudah sangat jelas melakukan tindakan yang di murkai oleh Tuhan !!!!!!!.
Tidak benar jika membaca kitab lain adalah haram atau tidak boleh karena kitab adalah kumpulan firman-firman Tuhan dan sebenarnya Tuhan menginginkan manusia mau membaca dan mempelajari kitab-kitab sebelumnya, mengapa ?..
Karena di dalam kitab-kitab sebelumnya banyak hal-hal yang tidak ada di dalam kitab yang terakhir dimana memang Tuhan sudah menuangkan Firman-firmannya melalui para utusan-Nya lengkap secara bertahap mulai dari Kitab Taurat sampai Kitab Al Qur, an sehingga jika ingin menjadi manusia sempurna yang dapat mengenal Tuhan tentu harus mau mempelajari Kitab-kitab sebelumnya maka hidupnya akan selamat dunia dan akheratnya.
Kenapa hanya berbeda keyakinan antar manusia dapat saling bertikai dan saling membunuh juga saling menyakiti hati dan perasaan sesamanya ?…
Sesungguhnya Tuhan sangat membenci umatnya yang bertikai hanya karena perbedaan keyakinan atau agama.
Tuhan sangat murka bagi umatnya yang bertikai dengan alasan perbedaan keyakinan sampai merusak tempat-tempat ibadah milik agama lain atau mengatakan haram jika memasuki tempat ibadah agama lain janganlah membuat Tuhan murka karena menghina keyakinan atau agama lain sampai membunuh banyak manusia dengan alasan zihad. Membunuh menghina atau menghujat agama lain dinilai menghina Utusan Tuhan menghina Utusan Tuhan berarti Tuhan sendiri yang akan langsung menghukum manusia tersebut dengan memberikan azab yang sangat pedih baik ketika hidup maupun sesudah matinya.
Ulama-ulama atau ahli kitab hendaknya dalam menyampaikan dalil atau memahami ayat-ayat harus benar-benar jeli dan dikaji lebih dalam apa yang tersirat dari ayat tersebut jangan mengarahkan manusia untuk membenci atau menyakiti sesama manusia yang berbeda keyakinan atau agama.
Para pemuka agama atau ahli kitablah nanti yang pertama kali diminta pertanggungjawaban atas ajaran yang disampaikan kepada umatnya.
Wajib diketahui bahwa Tuhan menciptakan manusia dengan kemuliaan dan sangat sempurna dalam penciptaan-Nya manusia lahir tidak membawa agama atau keyakinan tetapi manusia lahir karena kasih sayang Tuhan kepada hamba-hambaNya.
Jangan terbelenggu oleh doktrin-doktrin menyesatkan yang akan merugikanmu di hadapan Tuhan semua makhluk ciptaan Tuhan wajib dikasihi dan disayangi bukan untuk disakiti apalagi mengaitkannya dengan perbedaan keyakinan atau agama. Bagi manusia yang mempunyai pandangan bahwa agamanya yang paling sempurna dan benar itu sudah sangat salah dan Tuhan sangat tidak menyukainya meskipun ia pandai dan hafal ayat-ayat tetapi semua itu akan menjadi sia-sia karena dengan kepandaiannya akan menjadi bomerang bagi dirinya di hadapan Tuhan.
Jadilah manusia yang mempunyai pandangan dan wawasan yang sangat luas dengan mau membuka diri untuk belajar dan mengetahui rahasia-rahasia kebesaran Tuhan yang ada di dalam Kitab-kitab berupa kumpulan firman-firman yang telah disampaikan oleh Para utusan Tuhan.
“KASIHI SESAMA MELEBIHI KASIHMU PADA DIRIMU SENDIRI”
Filed under: Artikel - artikel Ditandai: | Agama, Ahlussunnah, aqidah, cinta, DAKWAH, iman, inspirasi, Islam, kasih, nurani, Puisi, remaja islam, Renungan, Sufi, syair