Dunia tempat manusia berpijak di muka bumi terdiri dari daratan dan lautan yang sangat luas dengan letak geografis yang berbeda-beda dari masing-masing benua maka beragam macam pula budaya ritual-ritual manusia dalam menjalankan kehidupan mengikuti iklim dan keadaan kota tempat tinggalnya.
Ritual budaya mereka laksanakan berdasarkan kepercayaan turun temurun yang mereka yakini akan dapat menyelamatkan kehidupannya dan jika tidak dilaksanakan akan membuatnya celaka atau keselamatan lingkungan sekitar terancam dapat bencana.
Sebagian besar manusia kini lebih meyakini ritual budaya sebagai penyelamatnya. Mengapa bisa terjadi hal demikian ?….
Manusia tanpa disadari sebenarnya telah bersekutu dengan iblis, jin dan syetan ketika melakukan ritual-ritual budaya dengan memberikan sesembahan banyak sajian berupa macam-macam panganan, dupa dengan wewangian aneka bunga setaman, aneka minuman, rokok dan lain sebagainya dengan alasan ditujukan untuk sang penguasa sebagai wujud terima kasihnya.
Ritual-ritual budaya sudah sangat menyesatkan banyak manusia dengan mengasihi benda-benda pusaka, meminta sesuatu dari makam keramat, rela mengorbankan harta bendanya demi benda-benda pusaka dengan melakukan upacara-upacara yang menurutnya adalah dapat menyelamatkannya dari musibah dan bencana.
Tidak dibenarkan meminta hasil laut kepada penguasa laut dengan melakukan ritual-ritual membuang banyak sesaji ke tengah laut yang demikian sungguh membuat Tuhan murka kepada manusia, mengapa ? karena penguasa laut yang mereka maksud adalah iblis.
Sebagian manusia menjadi begitu bodoh memuja dan menghormatinya dengan memberikan segala apa yang diinginkan oleh iblis dan bersedia menjadi budaknya demi mendapatkan kekayaan dan lain sebagainya.
Sebagian manusia lebih mempercayai hikayat sehingga mereka sangat memuja dan sangat takut kepada penguasa laut yang konon dapat membuat manusia celaka dan sengsara.
Yang sebenarnya terjadi iblis tersebut sedang terbahak-bahak menyoraki manusia yang memujanya dan meminta kekayaan darinya.
Sungguh ironis manusia yang bersekutu dengan iblis !!!!!!!!
Dalam satu masa ada satu malam yang diyakini untuk ritual-ritual budaya yang sakral dan penting menurut sebagian manusia, mereka meyakini Tuhan tetapi mereka melakukan ritual-ritual budaya dan menjadi andalanya.
Beragam upacara disiapkan untuk menyambut satu malam yang special untuk mensucikan benda-benda pusaka turun temurun mendatangi makam-makam yang dinilainya keramat, semua itu berbau mistik dan gaib.
Para cenayang melakukan ritual-ritual dengan iblis jin dan syetan untuk menambah kepandaiannya dalam hal mistik dan gaib untuk merajai dunia.
Satu malam yang indah untuk iblis jin dan syetan berpesta pora merayakan kemenangannya kembali berhasil membawa manusia kejurang kesengsaraan.
Sebagian manusia yang sudah menjadi budak iblis dengan bangganya mempersiapkan semua keperluaan ritual dan rela mengeluarkan koceknya demi keberhasilan agar keinginannya terwujud.
Sebagian manusia lebih percaya dengan hikayat-hikayat atau mitos-mitos daripada percaya dan yakin akan kuasa Tuhan dalam menjalankan kehidupan hariannya.
Sebagian manusia pada saat-saat tertentu lebih memilih percaya dan menekuni kegiatan-kegiatan ritual budaya dari pada melakukan ibadah-ibadah yang diinginkan oleh Tuhan mereka rela meluangkan waktu tenaga dan hartanya demi upacara ritual budaya karena iblis sudah merasuki akal pikirannya sehingga mereka meyakini ini sudah benar.
Tahukah hai manusia….
Bahwa ritual-ritual budaya adalah sudah menghina Tuhan karena sebagian manusia lebih percaya kepada ritual budaya turun temurun sebagai penyelamatnya, Tuhan tidak membutuhkan sesaji dengan jenis apapun Tuhan merasa dihina karena Tuhan Maha Kaya. Ayat-ayat Tuhan sudah diperjualbelikan dan nama Agung-Nya sudah disekutukan dengan makhluk ciptaan-Nya.
Sungguh miris melihat sebagian manusia kini yang sudah menjadi budak iblis.
Saudara-saudara semajelis…..
Ketika ritual-ritual budaya selalu di laksanakan iblis jin syetan sangat bersorak sorai gegap gempita karena mereka berhasil luar biasa menjerumuskan dan menyesatkan manusia semakin banyak setiap tahunnya.
Iblis jin dan syetan mempunyai tipu daya yang sangat hebat dan mereka tidak pernah putus asa untuk menyesatkan banyak manusia dengan beragam cara.
Iblis dan jin diberi kuasa oleh Tuhan mempunyai kepandaian dalam tipu muslihat sehingga ketika manusia tidak melaksanakan ritual-ritual budaya maka dibuatlah oleh iblis manusia tersebut celaka atau daerah tersebut tertimpa bencana dan musibah.
Dengan kejadian tersebut manusia sudah masuk perangkap iblis dan jin untuk terus menerus turun temurun melakukan ritual-ritual budaya yang semakin lama semakin keluar dari keyakinannya kepada Tuhan karena ada campur tangan iblis yang selalu menuruti keinginan manusia sehingga manusia bertambah yakin akan kebenarannya.
“ Beragam ritual-ritual budaya dari berbagai pelosok negeri maupun ritual budaya dunia apapun alasannya dari sebagian manusia yang melaksanakan tetap dikatakan telah Menghina Tuhan dan dinilai telah mensekutukan Tuhan dengan makhluk ciptaan-Nya.
Tuhan sangat murka kepada manusia yang melakukan ritual-ritual budaya dengan mengatasnamakan Tuhan lalu melantunkan ayat-ayat kitab dan melakukan pujian-pujian tetapi dihadapan mereka begitu banyak sesembahan berupa aneka saji-sajian dan bau yang menyengat dari dupa yang mengempul mengundang aroma mistik.
Tuhan tidak akan menoleh bagi manusia yang sudah menghina dan mensekutukan-Nya dengan Iblis jin dan syetan dan bagi mereka nerakalah tempat tinggalnya yang kekal ”.
Tuhan tidak pernah ingkar janji dan berdusta kepada makhluk ciptaaan-nya apa yang diminta oleh umat-Nya pasti dikabulkan tetapi dalam mengabulkan permohonan dari umat-Nya selalu di sesuaikan dengan waktu yang tepat menurut Tuhan bukan mengikuti waktu umat-Nya.
Berbeda dengan iblis atau jin jika manusia meminta kepada mereka maka mereka akan menyegerakan untuk memberi karena mereka takut manusia berpaling darinya jika tidak dikabulkan permintaanya dan manusia cenderung mempunyai sifat tergesa-gesa atau ingin cepat, tidak mau bersusah payah dalam mendapatkan sesuatu.
Maka sebagian manusia banyak yang menempuh jalan pintas untuk memenuhi segala kebutuhannya meski itu dengan cara bersekutu dengan iblis dan jin.
Mereka tetap melaksanakan ibadah yang diperintahkan oleh Tuhan tetapi mereka juga menjalankan dan meyakini ritual-ritual budaya turun temurun sehingga dalam menjalankan ibadah kepada Tuhan hanya ala kadarnya karena kewajiban bukan karena ingin dicintai dan mencintai Tuhan.
Ritual budaya sudah sangat melekat erat dalam kehidupan sebagian manusia di dunia ini mereka tanpa disadari telah menduakan Tuhan dan menghina Tuhan dengan beragam cara ritual dalam bentuk penyembahannya kepada Tuhan.
“HILANGKAN RITUAL-RITUAL BUDAYA GANTILAH DENGAN IBADAH YANG DISUKAI OLEH TUHAN, JANGAN MEMBUAT TUHAN MURKA KARENA MERASA DIHINA OLEH MAKHLUK CIPTAANNYA”
Filed under: Artikel - artikel Ditandai: | Agama, Ahlussunnah, aqidah, cinta, DAKWAH, iman, inspirasi, Islam, kasih, nurani, Puisi, remaja islam, Renungan, Sufi, syair