MENJADI MANUSIA PANDAI ATAU BODOH

Tuhan menghendaki manusia mengakui bahwa Allah adalah Maha Diantara Yang Termaha, Dialah Sang Pemilik dan Penguasa atas makhluk ciptaan-Nya.

Untuk itu Tuhan memilih siapa yang dikehendaki diantara para manusia untuk  dijadikan sebagai utusan-Nya dimana para utusan ada sejak manusia pertama hingga berakhirnya dunia nanti.

Para Utusan diberi kepandaian dan mukjizat-mukjizat untuk mengetahui rahasia kebesaran Tuhan dengan maksud dan tujuan agar manusia mengetahui siapa Tuhan yang menciptakannya bagaimana harus bersikap dan mengakui-Nya.

Tugas para utusan menyampaikan firman-firman Tuhan yang ditujukan untuk diketahui oleh semua manusia yang mau berpikir dan membersihkan hati.

Kepandaian dan mukjizat para utusan berbeda-beda sesuai dengan masa atau waktu pada zamannya. Sedangkan ilmu untuk mempelajari perihal Ketuhanan sangat luas dan terus berkembang sesuai perkembangan zaman dan peradaban.

Manusia peradaban modern lebih pandai dan kritis dalam menuntut ilmu ingin lebih banyak mengetahui ini dan itu mereka sudah tidak lagi mempercayai doktin-doktrin yang menurut pandangannya sudah tidak sesuai dengan masa kini.

Untuk mempelajari Ilmu Ketuhanan tidak hanya mengandalkan akal pikiran saja tetapi lebih banyak menggunakan hati nurani barulah ilmu ketuhanan dapat diserap oleh manusia.

Banyak pula manusia mengupas isi kitab-kitab lalu mengeluarkan dalil-dalil mengatakan begini dan begitu tetapi semua itu akan menjadi sia-sia jika mereka tidak mempunyai kasih kepada sesama karena Tuhan memberikan kepandaian kepada manusia agar manusia mau berbagi dengan saling mengasihi dan tolong menolong kepada sesamanya.

Kepandaian adalah karunia dari Tuhan dan patut disyukuri gunakan kepandaian tersebut untuk berbagi kepada sesama tanpa berharap imbalan.

Yang terjadi kini manusia mengakui kepandaiannya adalah karena  hasil jerih payahnya sendiri maka ia berhak mendapatkan popularitas atau menerima penghasilan cukup besar karena ilmunya atau karena keahliannya.

Cenderung manusia kini mulai dari rakyat jelata pelajar mahasiswa sampai pejabat tinggi semua pandai bersilat lidah dan mudah untuk menghakimi sesamanya serasa dirinyalah yang paling benar dan paling pandai.

Manusia dengan berani menghakimi dan menghujat sesamanya dengan mengatasnamakan ayat-ayat atau dalil-dalil  padahal sebenarnya mereka hanya mengetahui yang tersuratnya saja tanpa mengkaji lebih dalam maksud ayat-ayat tersebut tetapi sudah berani memutuskan suatu perkara berat maupun ringan tanpa ada rasa kebijaksanaan dan kemanusiaan.

Mereka sangat yakin keputusannya benar dan mendapat restu dari Tuhan karena mereka berdasarkan ayat-ayat atau dalil-dalil. Manusia yang seperti ini patut dikasihani karena mereka pandai tetapi sebenarnya dibodohi oleh kepandaiannya akibatnya merugilah ia dihadirat Tuhan.

Manusia cenderung memunculkan egonya dahulu ingin menjadi yang nomor satu di dunia untuk mendapatkannya segala cara dan upaya dilakukan meski harus bersekutu dengan selain Tuhan tanpa bepikir panjang perihal sebab akibatnya.

Manusia menuntut ilmu untuk mencapai derajat tertinggi di hadapan manusia  dengan banyak menyandang gelar keilmuannya siap tampil dimuka umum untuk menjadi manusia super yang pandai bersilat lidah saling menjatuhkan dengan mencela memaki menghujat sampai menyakiti sesamanya merasa bangga dan puas jika dapat mengalahkan lawan bicaranya.

Pujian membuatnya terlena dengan semakin tinggi hati dan lebih berani menunjukkan sikap arogannya  karena merasa mendapatkan dukungan dari banyak pihak.

Manusia kini cenderung memihak kepada kesesatan tetapi sedikit yang memihak pada kebenaran karena iblis tanpa disadari sudah merasuki alam pikiran manusia sehingga kebenaran sudah tidak terlihat.

Iblis sudah membalikkan akal pikiran manusia dimana manusia yang mengajak pada kebenaran yang sesungguhya dikatakan menyesatkan tetapi sebaliknya dengan tipu daya dan ritual yang menyesatkan dikatakan itu yang benar.

Manusia tak pandai pengetahuan menjadi miskin dan tertindas oleh manusia yang berpengetahuan dan kaya.

Yang pandai dan kaya semakin berkuasa dan menjadi hebat dengan melakukan apa saja sesuai kehendaknya tetapi yang terbelakang menjadi miskin karena tak pandai dan dialah mangsa bagi si kaya yang pandai untuk meraup kesuksesannya.

Jika dipelajari nampak jelas kini iblis sedang merajai dunia dengan tipu muslihatnya untuk menyesatkan manusia dari golongan terendah sampai golongan tertinggi.

Manusia yang karena ketidakpandaiannya dan hidup dalam kemiskinan pun sangat jauh dari mengenal Tuhan mereka lebih sibuk mencari sesuap nasi dari terbukanya penglihatan sampai terpejamnya penglihatan dan lebih meyakini kepada cenayang-cenayang minta kekayaan minta penglaris dan lain sebagainya.

Lebih percaya kepada paranormal yang bersekutu dengan iblis dan jin demi meluluskan niatnya lalu melakukan ritual-ritual yang menyesatkan.

Wajah-wajah mereka nampak keras dan kusam karena memikirkan beban hidup yang berat tidak tampak sifat lembut dan kasih mereka sangat garang karena mengandalkan kekuatan diri untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Sangat disayangkan sekali dengan kehidupan di dunia yang sudah menderita mereka tidak mempersiapkan bekal untuk kehidupan akheratnya mereka lebih mendahulukan bekal untuk kehidupan didunia.

Tentunya manusia yang seperti ini akan sangat merugi dua kali yaitu menderita didunia dan celaka diakheratnya. 

Tuhan memberikan cobaan dan ujian kepada manusia berupa kepandaian kekayaan kemiskinan bahkan cacat tubuh atau cacat mental dengan maksud tujuan untuk mengukur kesetiaan dan pengakuan manusia kepada Tuhan.

Sedikit manusia yang menyadari akan hal kebenaran tetapi yang sedikit itulah yang akan selamat di hadirat Tuhan karena mereka tidak bisa di kelabui oleh iblis.

Apalah artinya manusia yang banyak menyandang banyak gelar keilmuan mempunyai kedudukan berpangkat atau menjadi penguasa dunia menjadi selebritis mempunyai harta berlimpah atau karena keturuan bangsawan atau mengaku-aku keturunan pemuka agama terkemuka jika dalam kehidupannya mereka masih mementingkan diri pribadi dan keluarganya saja dengan bersikap sombong angkuh ingin disanjung dan dihormati tidak mau melayani tetapi selalu ingin dilayani tetap Tuhan tidak menyukai manusia tipe ini meski mereka melakukan ritual-ritual ibadah karena tidak ada wujud kasih tulus kepada sesamanya.

Ketika di dunia menjadi manusia super yang hebat disanjung dipuja dan dihormati tetapi  apakah nanti di alam keabadian akan mendapatkan hal yang sama ! sudahkah berpikir tentang hal tersebut !!!!!

Jadilah manusia yang mau berpikir dan membuka hati untuk Tuhan janganlah mencari kepandaian untuk dunia saja tetapi cari dan pelajari Ilmu Ketuhanan.

Apalah artinya kemakmuran dan kenikmatan yang dirasakan kini jika nanti menjadi bumerang di alam keabadian ketika harta gelar pangkat jabatan dan popularitas  diminta  pertanggungjawabannya lalu mereka akan menjerumuskan manusia kedalam siska neraka.

Gunakanlah kepandaian dan kekayaan untuk membantu sesama janganlah takut kekurangan untuk masa depan di dunia yakinlah Tuhan Maha Mencukupi bantulah sesama yang membutuhkan jangan jadi manusia kikir ingatlah apa yang manusia punya berupa kepandaian kekayaan kemasyuran kedudukan atau keluarga semua itu mutlak Tuhan yang memberi manusia hanya dititipkan sejenak maka jika Tuhan berkehendak semua itu akan diambilnya kembali dan manusia tidak akan bisa menolak atau menundanya. 

“JANGANLAH MEMBUAT TUHAN MURKA karena MENJADI MANUSIA KIKIR DAN SOMBONG dengan mengandalkan kekuatan sendiri”

“Janganlah jadi manusia bodoh karena kepandaiannya tetapi jadilah manusia pandai karena kebodohannya”

“Janganlah ingin menjadi manusia yang dihormati oleh dunia tetapi carilah kehormatan di hadirat Tuhan”

“Janganlah jadi manusia yang suka meminta tetapi jadilah manusia yang suka memberi”

“Janganlah merendahkan dirimu dihadapan manusia karena Tuhan menciptakan manusia dengan kemulian-Nya”

Satu Tanggapan

  1. subhanallah……jadilah manusia yang mengerti dan faham akan kemulianNYA,,,,,amin

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.