Salam
Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang memberi kita hidup, alam semesta beserta isinya semua hidup, semua kini masih hidup tertib teratur dan patuh atas perintah-NYA, tetapi anak-anakku akan ada masanya tiba yaitu semua akan berhenti berputar, kehidupan alam nyata yang sementara sudah selesai dan berganti dengan alam keabadian yang hakiki dan sempurna .
Anak-anakku yang kukasihi….
Bagi jiwa-jiwa manusia yang mengalami siksa kubur adalah tahap pertama siksaan ringan yang dirasakan di alam kubur karena tahap selanjutnya siksaan api neraka jauh lebih berat dari siksa kubur .
Siksa kubur dapat terhenti sejenak atas ijin Tuhan apabila ada manusia yang sangat beriman mendoakannya atau ketika ada hari-hari besar tiba, itu pun jedanya sangat singkat sekali karena alam kubur tidak dibatasi oleh ruang dan waktu.
Sebenarnya dapat ananda bayangkan siksa kubur saja sudah sangat menakutkan dan sangat pedih, bagaimana siksa neraka nanti !!!!!.
Siksa kubur diperuntukan bagi jiwa-jiwa manusia karena kelalaian dan kealpaannya terhadap Tuhan, dan perbuatan buruk atas dirinya sendiri sedangkan siksa neraka adalah semua perbuatan burukmu yang berhubungan dengan Tuhan, sesama manusia, hewan, tumbuhan, tanah, air, udara, matahari, bulan, angin, bebatuan, dan masih banyak lagi.
Beruntung dan bersyukur bagi jiwa-jiwa manusia yang selamat terhindar dari siksa kubur tentunya itu karena hasil upaya mereka yang banyak berbuat kebajikan, patuh atas perintah Tuhan, menjauhi segala larangannya, maka mereka dapat bersuka cita karena ditempatkan di sebuah taman yang sangat indah dan dapat bercengkrama dengan senangnya.
Bagi manusia-manusia yang wafatnya sampai pada hari kiamat atau ikut merasakan kiamat, Tuhan tetap adil dengan menempatkan jiwa-jiwa manusia tersebut mengalami dahulu alam kubur yaitu sesuai dengan apa perbuatannya ketika ia di dunia, siksa kuburkah atau bercengkrama di taman yang indah.
Berapa lama jiwa-jiwa merasakan itu, Tuhan sangat adil dan bijaksana karena alam kubur tidak dibatasi oleh ruang dan waktu maka yang dirasakan oleh jiwa-jiwa manusia sejak zaman Adam hingga manusia terakhir nanti di hari kiamat, adalah semua jiwa akan merasakan waktu yang sama di alam kubur.
Demi masa, akhirnya dunia sudah tidak ada lagi berganti dengan kehidupan yang abadi dan menyenangkan bagi jiwa-jiwa yang selamat dan derita bagi jiwa-jiwa yang tidak selamat .
Demi masa, dimulainya hari kebangkitan dimana semua jiwa-jiwa manusia yang mengalami siksa kubur atau yang dari taman nan indah di bangkitkan kembali untuk dikumpulkan dan dimasukkan kembali ruhnya kedalam jiwa-jiwa manusia tersebut.
Seluruh jiwa manusia berkumpul dan berbaris sangat rapi berdasarkan utusan yang dipilihnya atau diyakininya ketika di dunia, ada pula barisan jiwa-jiwa manusia yang tidak ada pemimpinnya atau mereka tidak mengakui utusan Tuhan.
Sebelum film pribadimu diputar untuk perhitungan baik buruk, Para Utusan akan berkotbah dan mengurai kembali firman-firman Tuhan yang telah disampaikan kepada pengikutnya ketika di dunia tanpa ada yang tertinggal atau terlupakan, dengan maksud tujuannya adalah Para Utusan di beri kesempatan oleh Tuhan untuk mengungkapkan kebenaran kepada pengikutnya, maka apa yang terjadi bila ada penyimpangan pada pengikutnya yang salah menafsirkan hingga menyesatkan yang mengakibatkan turun temurun terjadi kekeliruan pada manusia, maka Tuhan akan meminta pertanggungjawaban dari mana awalmula terjadinya penyimpangan tersebut.
Setelah menyampaikan firman-firman Tuhan, para utusan akan meninggalkan pengikut-pengikutnya, karena mereka sudah diperjanjikan selamat oleh Tuhan sehingga tidak lagi melewati masa penghakiman.
Para utusan tidak dapat memberikan keselamatan bagi pengikut-pengikutnya kecuali sedikit sekali dan mereka yang di selamatkan juga atas ijin Tuhan.
Pengagungan atau pengkultusan yang berlebihan ketika di dunia diperuntukan bagi para utusan, ketika itu tidak berguna karena firman Tuhan mengatakan :
“ YANG DAPAT MEMBERIKAN KESELAMATAN DI DUNIA DAN DI AKHERAT ADALAH HANYA TUHAN YANG MAHA ESA “
Tertunduk lemaslah para pengikut karena mengetahui bahwa selama ini mereka salah mengartikan dari maksud tujuan dan tidak menggali lebih dalam firman-firman Tuhan yang telah disampaikan oleh para utusan .
Selanjutnya jiwa-jiwa bersiap untuk masa penghakiman yaitu diawali dengan pemutaran film pribadimu dari 0 (nol) bulan sampai kamu wafat, tak akan ada yang terlewatkan dan tak akan ada kerusakan dari film tersebut, lalu dibuka buku harianmu yang hitam dan putih dibacakan oleh petugas dan dicatat nilainya.
Setelah dapat hasilnya mana lebih banyak, untuk keadilan maka Tuhan mengeluarkan hati nuranimu untuk menyatakan yang sebenarnya apa niatmu ketika perbuatan itu dilakukan dari jawaban hati nuranimu maka akan dapat diketahui mengurangi nilai kebaikanmu atau sebaliknya.
Juga didatangkan saksi-saksi yang akan berkata dengan sebenarnya, bisa anggota tubuhmu, orangtuamu, suami, istri, anak, kakak, adik, paman, bibi, pembantu, teman, guru, dosen, tetangga, sopir, kondektur,pedagang, atasanmu, pengemis, anak yatim,orang yang tak kamu kenal tapi pernah kamu cacimaki, jamaahmu,harta bendamu, hewan,tumbuhan, air, udara, tanah, angin, matahari,bulan,bebatuan, dan lain-lain yang semuanya bisa memperberat atau memperingan perbuatanmu.
Setelah melewati proses yang panjang maka kamu mengetahui kemana kamu akan di tempatkan, kembali kamu harus berbaris dengan tertib untuk melewati tahap berikutnya yaitu melintasi jembatan penyebrangan yang dibawahnya berisi bara-bara api yang sangat panas mengakibatkan terdengar jelas airnya panas bergolak golak yang sudah tidak sabar lagi untuk diberikan kepada jiwa-jiwa yang pemabuk,narkoba, juga tercium hidangan bau amis dan bau busuk yang menyengat untuk jiwa-jiwa serakah selalu makan-makanan haram, diselimuti dengan jilatan api yang sangat merah menyala-nyala saling menyambar dan terlihat besi-besi runcing tajam yang panas siap menghujam kemaluan para penzina, gunting-gunting besar nan panas siap untuk menggunting jiwa-jiwa yang suka bergunjing, menyebar fitnah, bersumpah palsu, Ular-ular bergigi besi, setrika besar nan panas, garda-garda runcing nan tajam, bejana-bejana berisi darah dan nanah busuk, piring-piring berisi ulat dan belatung yang menjijikan sepertinya sudah tak sabar ingin memangsa dan sangat kelaparan ingin menyantap jiwa-jiwa manusia yang tidak dapat menyebrangi jembatan ini.
Satu per satu jiwa mulai diwajibkan untuk melangkah, semua mata tak berkedip penuh kecemasan, telinga mendengar jeritan menyayat nyayat dari jiwa-jiwa yang jatuh, rasa takut teramat sangat berkecamuk, apa daya kaki tetap melangkah tanpa bisa dikendalikan, penyesalanpun sia-sia semua sudah terlambat .
Ada yang baru selangkah sudah jatuh, ada yang beberapa langkah juga jatuh, ada yang sudah di tengah juga jatuh, ada yang sudah mendekati pintu surga tetap jatuh juga, tetapi ada juga jiwa-jiwa yang melesat sangat kencang tak merasakan panas sudah tiba di depan pintu surga .
Dimana jiwa-jiwa itu jatuhnya disitulah tempat atau tingkat neraka huniannya sebagai rumah keabadiannya dan sesuai dengan nilai yang didapat ketika penghakiman, bagi penghuni neraka jiwa dan ruh ikut merasakan pedihnya api neraka.
Bagi Jiwa-jiwa yang selamat sampai di depan pintu surga, Tuhan mengubah dalam seketika itu juga dimana jiwa lenyap yang tinggal hanya ruhnya, lalu ruh akan dijemput oleh bidadari-bidadari untuk dikenakan busana surga nan elok dan harum, kemudian diantar untuk menempati surga tingkat ke berapa sebagai huniannya itulah rumah keabadiannya.
Anak-anakku yang beriman….
Surga mempunyai tingkatan semua tingkatan sangat indah nan elok, semakin tinggi tingkatannya semakin elok sedap dipandang mata, taman bunga begitu indahnya, semilir angin merebak menyentuh kulit membawa keharuman membuat terlena tak ingin beranjak, ketika aku duduk diatas bebatuan terbuat dari batu permata, sambil menggerakkan kaki ke dalam air sungai nan jernih dan sejuk yang dasarnya terlihat begitu banyak batu-batu permata warna warni yang berkilauan, dihiasi dengan beragam macam ikan cantik-cantik bermain kesana kemari, ditemani bidadari bidadari yang cantik, lembut penuh kasih menghidangkan beragam buah-buahan nan ranum, menyajikan minuman yang segar,sungguh indah dirasakan dan tak terlukiskan dengan kata-kata kenikmatan yang dirasa, betapa megah dan agungnya surganya Tuhan .
Kembali Tuhan memberikan pilihan kepada manusia, Surga kah rumahmu atau neraka rumahmu, atau kamu ingin disisi yang menciptakan surga dan neraka ?…
Filed under: Artikel - artikel Ditandai: | Agama, Ahlussunnah, aqidah, cinta, DAKWAH, iman, inspirasi, Islam, kasih, nurani, Puisi, remaja islam, Renungan, Sufi, syair
smoga tempat kita d sisi yang menciptakanNYA….amin