Salam
Kepada setiap telinga yang mendengarkan-Ku, Aku berbicara …
Kepada setiap hati yang menantikan-Ku, Aku datang …
Kepada setiap lidah yang memuji-Ku, Aku bersukacita …
Kepada setiap mata yang memandang-Ku, Aku tersenyum …
Kepada setiap tangan yang meminta, Aku memberi …
Orang yang lemah membutuhkan kekuatan – KU
Orang yang kuat membutuhkan kelembutan – KU
Orang yang berdosa membutuhkan pengampunan – KU
Orang yang benar membutuhkan belas kasihan – KU
ALLAH-lah Tuhanmu yang mencukupkanmu, kamu sepatutnya bersandar dan bergantung kepada-NYA.
Percayalah dan jangan takut, hendaknya kamu bergantung pada Kuasa Allah semata, jangan bergantung pada manusia karena Allah adalah Penolongmu, Pemenuh kebutuhanmu.
Luangkanlah waktumu untuk duduk tenang sambil merindukan Allah, menarik nafas penuh kerinduan terhadap-NYA seperti halnya ketika kamu menarik nafas untuk menghirup udara segar di tempat terbuka.
Berdiam dirilah, bersikap tenang, belajarlah tentang kesabaran, kerendahan hati dan kedamaian.
Kapan kamu akan benar-benar tenang tak peduli dengan apa yang terjadi ditengah padatnya kesibukan,pekerjaan dan segala macam kekhawatiran ?
Ajaklah jiwamu untuk melakukan perenungan di saat teduh dalam keheningan pasti sangat membantu, kamu harus belajar tenang di tengah hari-hari yang sibuk.
Kekuatan Jiwa tidak sama dengan kekuatan Rohani, jangan mencari kekuatan rohani lewat hal-hal yang bersifat duniawi.
“ Nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan “
Luangkan waktu untuk berdoa, sisihkan waktu lebih banyak untuk menyendiri bersama Allah, dengan demikian kamu akan berhasil.
Doa menghubungkan jiwa, pikiran dan hati manusia kepada Allah, karena jiwa yang terhubung dengan Allah itu dipersatukan dengan-NYA, maka jiwa dapat menerima segala hal di dalamnya ketika berada dalam wujud manusia.
Berdoalah setiap hari untuk memperoleh Iman yang teguh, tetapi jawaban doa-doa bergantung pada imanmu semata.
” Iman tanpa perbuatan adalah nol “.
Bila kamu berusaha melakukan sesuatu dengan kekuatanmu sendiri, kamu merasa tidak berdaya, oleh sebab itu berpalinglah pada Allah maka imanmu akan tumbuh dan Kuasa Allah akan menjadi nyata.
Allah berada didekatmu, mendekatlah dengan ruh kepada Allah, bangkitkan ruhmu, hidupkan jiwamu, dan matikan ragamu dari hawa nafsu mengejar dunia.
Ajaklah berdamai, dengarkan pendapatnya maka kamu akan kembali dengan selamat, karena ruh selalu mengajak untuk berbuat kebajikan dan penuh kasih.
Ruh itu penurut dan penuh kasih tak pernah henti memuji Allah yang menciptakannya, kalahkan nafsu raga yang menyesatkan, selamatkan jiwamu singkirkanlah dari berbagai gangguan dunia, Allah lah kehidupanmu, nafas bagi jiwamu. Belajarlah untuk mengunci diri di tempat rahasia dalam kehidupanmu, dimana tempat itu juga menjadi tempat rahasia Allah.
Sesungguhnya Allah sangat rindu menemukan jalan untuk masuk kedalam setiap kehidupan hati manusia yang merindukan-NYA, tetapi sedikit yang membuka hatinya itu untuk bersekutu dengan-NYA, masukan Allah dalam hidupmu dan biarkan Kuasa Allah melakukan pekerjaan-NYA.
Iman itu dipertahankan dan dinyatakan bukan oleh orang yang bergaya hidup santai melainkan oleh mereka yang berjuang dan menderita untuk Allah.
Hidup ini bukan untuk tubuh melainkan untuk jiwa. Manusia acapkali memilih jalan hidup yang paling sesuai untuk tubuh, bukan jalan yang paling sesuai untuk jiwa, dekatkan jiwamu pada Allah karena jiwa akan mempertanggungjawabkan perbuatanmu di dunia, jiwa akan terus hidup kekal selamanya tetapi raga atau tubuh akan mati hancur binasa. Manusia bertindak berdasarkan nafsu untuk lebih memuliakan hidupnya di dunia dan menyepelekan kehidupan akheratnya.
Allah bertindak berlandaskan KASIH, kasih yang sempurna memperlihatkan semua perbuatan yang menakjubkan, kasih yang sempurna juga menandakan adanya pengampunan.
Yang perlu kau miliki adalah kasih kepada Allah dan sesama. Kasih kepada Allah akan memperlihatkan ketaatanmu terhadap setiap kehendak dan setiap perintah-NYA.
Pikirkan tentang kasih, maka kasih akan melingkupimu dan kamu akan memikirkan semua orang yang kamu kasihi.
Alkitab Korintus 13 :
Kasih itu sabar, kasih itu murah hati, ia tidak cemburu, tidak memegahkan diri dan tidak sombong, ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri, ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersuka cita karena ketidakadilan tetapi karena kebenaran, Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.
“ Sabar adalah bertahan dan berupaya.
Bertahan itu ridho terhadap ketetapan Tuhan.
Berupaya itu memperbaiki diri untuk lebih mendekatkan diri kepada
Tuhan.”
Alkitab Petrus 3;8-12 :
Hendaklah kamu semua seia sekata, seperasaan, mengasihi saudara-saudara, penyayang dan rendah hati dan janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan atau caci maki dengan caci maki, tetapi sebaliknya hendaklah kamu memberkatinya.
“ Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik, ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan bibirnya terhadap ucapan-ucapan yang menipu. Ia harus menjauhi yang jahat dan melakukan yang baik, ia harus mencari perdamaian dan berusaha mendapatkannya. Sebab mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar dan telinga-NYA kepada permohonan mereka yang minta tolong, tetapi wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat. “
Allah menentang orang-orang yang congkak tetapi mengasihi orang-orang yang rendah hati, karena itu rendahkan dirimu di hadirat Allah.
Kerendahan hati bukanlah tindakan meremehkan diri tetapi itu merupakan tindakan mengesampingkan diri dari kepentingan pribadi dan lebih mementingkan orang lain karena kamu punya kasih.
Alkitab Yohanes 4:7-21:
“Allah adalah kasih, barang siapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada didalam Allah. Di dalam kasih tidak ada ketakutan, kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan, sebab ketakutan mengandung hukuman dan barang siapa takut ia tidak sempurna di dalam kasih. Kita mengasihi karena Allah lebih dahulu mengasihi kita. Jika seseorang berkata ‘Aku mengasihi Allah’ dan ia membenci saudaranya maka ia adalah pendusta karena barang siapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah yang tidak dilihatnya.”
Hanya kasih yang bertahan
Hanya apa yang dilakukan di dalam kasih yang dapat bertahan
karena Allah itu Kasih, dan hanya pekerjaan Allah-lah yang abadi.
Kemasyhuran dunia, tepuk tangan, sanjungan, pujian, pangkat, jabatan, harkat martabat, keturunan, yang mengundang decak kagum dan menarik perhatian manusia, semua yang ditujukan pada apa yang dapat hilang adalah kesia-siaan belaka jika tidak memiliki sifat Allah yaitu KASIH.
Renungkanlah betapa sebuah senyuman atau perkataan yang penuh kasih tulus dapat membawa Kuasa Allah untuk menyejukkan dan mendamaikan hati manusia.
Sedangkan kata-kata hebat dari seorang orator bisa justru tidak membuahkan apa-apa malah menjadikan terjadinya perselisihan, timbulnya saling hujat menghujat, dan dapat memicu perbuatan anarkis bagi pendengarnya.
Untuk melihat apakah seluruh pekerjaan dan perkataan itu sejati atau tidak, dapat diuji dengan mencermati : apakah semua itu digerakan oleh Kasih…?
Singkirkan dari dalam hatimu dan hidupmu segala yang tidak memiliki kasih.
Tuhan adalah Allah yang berkuasa diatas segala masa, Sang pencipta dan yang membuat kita hidup, maka ketika segala sesuatu tidak berlangsung sesuai rencanamu atau keinginanmu tetaplah tersenyum dengan lembut, sebuah senyuman kasih, lalu katakan “semua atas kehendak Allah dan waktupun Allah yang lebih tahu kapan tepatnya“, dengan perkataan yang penuh kasih maka Allah akan memudahkan jalan yang hendak kamu lalui.
Bekerja dan berdoa melambangkan dua kekuatan yang menjamin keberhasilanmu, Doa harus disertai rasa percaya berlandaskan keyakinan tanpa rasa cemas atau khawatir doamu tak terjawab, yakinlah bahwa “TIADA YANG MUSTAHIL BAGI ALLAH” untuk memberikan yang terbaik bagi umat-NYA.
Berusaha keras hanya akan membuatmu memikirkan banyak masalah, luangkan waktu setiap hari tanpa menoleh kebelakang untuk menghadapi masalah sehari untuk sehari dan carilah pertolongan pada Allah dengan apa yang kamu kerjakan.
Janganlah jadi manusia serakah yang mendahului kehendak Allah dengan memikirkan atau mencemaskan hidupmu di dunia sehingga lupa mensyukuri dengan apa yang sudah kamu lewati dalam satu hari saja.
Ingatlah semua angan-anganmu, cita-citamu yang sudah kau rencanakan jauh ke muka untuk bekal hidup di dunia ini, dapat hilang dalam hitungan detik ketika Allah ingin melumpuhkanmu.
Hadapilah keadaan setiap hari dengan kasih dan sukacita, hadapilah badai kehidupan yang menerpa dengan getaran perlindungan yang aman dari Allah. Bersyukurlah dengan apa yang sudah kamu dapat untuk satu hari ini, karena esok kamu tidak tahu apa yang akan terjadi padamu.
Jangan bersandar pada Allah hanya ketika kamu merasa terlalu berat untuk menanggung dan menghadapi berbagai masalah seorang diri di tengah perjuangan dunia.
Bersandarlah pada Allah ketika kamu membutuhkan pemahaman yang sempurna, ketika kamu membutuhkan pengertian hubungan yang lemah lembut dan penuh kasih.
Beristirahatlah sampai semua pikiranmu tentang berbagai macam kesulitan menyingkir, lalu biarkan luapan Kasih dan Sukacita Allah mengalir dalam dirimu.
Jangan putus asa, jangan patah semangat, miliki rasa simpatimu dengan lebih mendalam, bersikaplah lemah lembut terhadap orang lain maka hidupmu tidak akan selamanya di landa masalah. Emas tidak akan tinggal terus menerus di tempat peleburan tetapi akan diangkat setelah emas itu dimurnikan.
Bersikaplah sangat jujur dan cermat pada diri sendiri
“ Apakah ego diri masih berperan di dalam dirimu ? “
Jika ya, buanglah jauh-jauh ego diri itu karena pasti merugikanmu.
Penyerahan diri sepenuhnya setiap saat kepada Allah merupakan pondasi untuk meraih kebahagiaan. Sikap penyerahan diri yang diterima oleh Allah adalah bila diri manusia dapat menerima hal-hal yang tak dapat dihindarkan, lalu menyerahkan sepenuhnya pada kuasa Allah atau ikhlas menerima ketetapan dari Allah dengan sukacita karena yakinkan diri bahwa Allah itu Maha Kasih dan lebih tahu apa yang terbaik untukmu.
Bagikan kasihmu, sukacitamu, kebahagiaanmu, waktumu, makananmu dengan senang hati kepada semua orang. Bagikanlah kasih dan semua yang bisa kamu berikan dengan hati dan tangan yang tulus penuh dengan suka cita.
Tidak ada yang tidak dapat dilakukan oleh sukacita dan kasih, jadikan hatimu senantiasa rendah hati, sabar dan lemah lembut maka kamu tidak akan pernah merasa punya musuh atau lawan tetapi kamu mempunyai banyak kawan atau saudara meski beda suku, agama, golongan atau ras.
Mengasihi sesama satu sama lain berarti memakai sifat Allah dalam hidupmu, memakai sifat Allah dalam hidupmu berarti mewujudkan keharmonisan, keindahan, sukacita, kebahagiaan dan kedamaian.
Jangan pernah menghakimi jika kamu tidak mau dihakimi, janganlah membuka aib siapapun jika tidak ingin aibmu di buka, karena hati manusia itu sedemikian rapuh, sedemikian rumit, hanya Sang Penciptanya yang dapat mengenalnya dengan baik dan berhak menghakimi ciptaanNYA.
Setiap hati itu berbeda-beda, digerakan dengan motif yang berbeda-beda, dikendalikan oleh keadaan yang berbeda, dipengaruhi oleh penderitaan yang berbeda, maka hanya Allah yang berhak menghakimi karena Ia yang memegang hati manusia .
Kasih adalah kekuatan yang dapat mendamaikan dunia.
Kasih adalah senjata yang sanggup menyingkirkan dosa.
Ingatlah 3 hal :
- Iman adalah keyakinan kita terhadap Allah.
- Kasih adalah sikap terhadap sesama.
- Pengharapan adalah keyakinan dalam diri untuk menggapai keberhasilan atas ijin Allah.
Dengan wujud kasih sesama manusia di tengah dunia yang menggeliat gelisah dan dikelilingi oleh masalah dan kesulitan maka akan tercipta kedamaian di muka bumi ini. Damai sejahtera itu adalah iman yang penuh kasih yang memberi kelegaan hati bagi manusia yang mencintai Allah.
Pancarkan secercah sinar mentari ke dalam hati seseorang, maka dengan riang orang itu akan menyalurkan pancaran sinar itu kepada yang lain, buatlah semuanya bergembira, kasihilah semuanya, berusahalah senantiasa untuk mengerti orang lain, maka kamu tidak akan pernah gagal mengasihi mereka.
Isilah duniamu dengan kasih dan sukacita, jangan pedulikan penderitaan yang ada dibelakangmu, lupakanlah, ampunilah, kasihilah dan bersukacitalah.
Perlakukanlah semua orang dengan kasih dan penuh perhatian juga berbaik sangkalah pada mereka agar hidupmu penuh dengan sukacita.
Tatkala kehidupan ini terasa sulit dan dipenuhi dengan berbagai masalah, dengan keyakinan yang sangat teguh carilah hal-hal yang membuatmu bersyukur, ingatlah hal-hal kebaikan yang sudah kamu dapat dari Allah. Bangkitkan sukacita, sadarkan jiwamu, goncangkan tubuhmu, bercerminlah dan katakan pada dirimu :
”terima kasih ya Allah, Engkau telah menyadarkan kami untuk selalu ingat pada-MU “ .
Ingatlah sesungguhnya masalah yang datang padamu, itu adalah akibat dari perbuatanmu sendiri, untuk itu jadilah manusia yang berlapang dada dalam mengarungi kehidupan di dunia ini.
Apalah artinya kamu mengejar kekayaan, popularitas, pangkat jabatan dan lebih mementingkan harga diri dengan mencari kenikmatan di muka bumi ini, yang hanya diperuntukan bagi tubuh atau raga saja padahal tubuhmu akan lebur bersatu dengan tanah, sudahkah kamu pikirkan bagian dari tubuhmu yang lain yaitu jiwa dan ruhmu, bagaimana mereka bertanggung jawab di alam keabadian kelak !!!!.
Jadikan dirimu menjadi manusia sempurna yang akan mempersiapkan jiwa dan ruh kembali kepada Allah dengan selamat.
Bersyukurlah dengan apa yang sudah kita lalui untuk satu hari ini dan memohonlah untuk hari esok lebih baik dari hari ini atas ijin Allah.
Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan mendekatlah kepada Allah dengan hati yang tulus dan suci.
Percayalah kepada Allah dengan segenap hatimu dan janganlah bersandar kepada kekuatan atau pengertianmu sendiri.
Gunakanlah waktumu dengan sebaik-baiknya dengan terus berbagi kasih dan berbuat kebajikan, hapuskanlah saat ini juga dari pikiran dan hatimu perihal orang-orang yang pernah menyakitimu, maafkanlah semua tanpa kecuali, beranjaklah ke peraduan dengan hati tenang, serahkankan beban-bebanmu kepada Allah karena Allah saja yang sanggup menanggung beban-bebanmu.
Persiapkanlah dirimu berilah santapan untuk jiwa dan ruhmu karena kamu tidak pernah tahu kapan dan dimana ajal akan menjemput, merugilah manusia yang menyia-nyiakan waktunya hanya untuk mencari kesenangan dunia saja.
Tentunya kamu tidak ingin tutup usia dalam keadaan sedang jauh dari Allah, maka bersyukurlah kamu masih diberi kesempatan untuk mencintai Allah, inilah bukti bahwa Allah Maha Pengasih dan Penyayang kepada makhluk ciptaanNya.
“ BERSANDARLAH HANYA KEPADA ALLAH ,
KARENA ALLAH LAH TEMPAT BERLINDUNG “
Filed under: Artikel - artikel Ditandai: | Agama, Ahlussunnah, aqidah, cinta, DAKWAH, iman, inspirasi, Islam, kasih, nurani, Puisi, remaja islam, Renungan, Sufi, syair
amin…!!!