Salam …..
ALLAH berfirman dalam Al Quran surat Yunus ayat 30 :
“Di tempat itu (padang Mahsyar), setiap jiwa merasakan pembalasan dari apa yang telah dikerjakannya (dahulu) dan mereka dikembalikan kepada Allah, pelindung mereka yang sebenarnya,dan lenyaplah dari mereka apa (pelindung palsu) yang mereka ada-adakan.”
ALLAH berfirman dalam Al Quran surat Al-Mu’min ayat 17 :
“Pada hari ini setiap jiwa diberi balasan sesuai dengan apa yang telah dikerjakannya. Tidak ada yang dirugikan pada hari ini, sungguh Allah sangat cepat perhitungannya.”
ALLAH berfirman dalam Al Quran surat Ali Imran ayat 30 :
“Ingatlah pada hari ketika setiap jiwa mendapatkan balasan atas kebajikan yang telah dikerjakan dihadapkan kepadaNYA, begitu juga balasan atas kejahatan yang telah dia kerjakan.
Dia berharap sekiranya ada jarak yang jauh antara dia dengan (hari) itu, dan Allah memperingatkanmu akan diri (siksa)-NYA, Allah Maha Penyayang terhadap hamba-hambanya.”
ALLAH berfirman dalam Al Quran surat Ali Imran ayat 25 :
“Bagaimana jika nanti mereka kami kumpulkan pada hari (kiamat) yang tidak diragukan terjadinya dan kepada setiap jiwa diberi balasan yang sempurna sesuai dengan apa yang telah dikerjakannya dan mereka tidak di zalimi(dirugikan).”
Sahabat…..
Dari ayat-ayat diatas tampak jelas bahwa Allah akan meminta pertanggungjawaban jiwa atas semua kebajikan atau keburukan yang telah kita lakukan semasa hidup di dunia ini.
Sudahkah kita mempersiapkannya !!!!!!!
Bukankah selama ini justru kita memanjakan jiwa dengan kesenangan dunia !!!!!
ALLAH berfirman dalam surat Muhammad ayat 36 :
“Sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan senda gurau.Jika kamu beriman serta bertakwa, Allah akan memberikan pahala kepadamu dan tidak akan meminta hartamu.”
ALLAH berfirman dalam surat Al An’aam ayat 32 :
“Dan kehidupan dunia ini, hanyalah permainan dan senda gurau,sedangkan negeri akherat itu, sungguh lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa, tidakkah kamu mengerti!”
Segerakanlah ajaklah jiwamu untuk berdamai dengan hati nuranimu yang terdalam, gunakan kesempatan pertama untuk membersihkan hatimu dari daki-daki dunia dan cepatlah datang menjemput rahmat Allah.
Dalam surat An Nahl ayat 78, Allah berfirman :
“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun dan memberimu pendengaran, penglihatan dan hati nurani agar kamu bersyukur.”
Sahabat dari ayat tersebut mari kita renungkan betapa Allah begitu KASIH dan SAYANG kepada umatnya dengan banyak memberikan karunia NIKMAT yang tiada batas.
Sudahkah pendengaran kita gunakan untuk mendengar yang baik-baik, dari mendengar yang baik sudahkan kita melakukan apa yang diperintahkan oleh Allah…!!!!!!
Sudahkah penglihatan kita gunakan untuk melihat kebenaran, setelah melihat kebenaran sudahkah kita menjauhi segala larangan Allah…!!!!
Sudahkah Hati Nurani kita ajak untuk berdamai dan berbuat kebajikan dengan ikhlas agar kita menjadi manusia yang selalu bersyukur atas nikmat yang Allah berikan !!!!!
ALLAH berfirman dalam ayat Al Isra ayat 36 :
“Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui, karena pendengaran, penglihatan, dan hati nurani semua itu akan diminta pertanggungjawabannya.”
Surat An Nahl ayat 18 Allah berfirman:
“Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya, sungguh Allah benar-benar pengampun.”
Sahabat…
Mari kita luangkan waktu sejenak untuk merasakan nikmat-nikmat yang telah Allah berikan jika selama ini kita lalai untuk mensyukurinya :
Kita mulai dari setetes mani yang kemudian menjadi bayi mungil yang lahir kedunia tanpa tahu apapun.
Pada saat itu Allah menunjukkan kuasanya sang bayi diberi naluri menangis kemudian menyusu (mulut bayi dapat menghisap susu ibunya tanpa si ibu mengajarinya), bayi dapat merasakan haus, lapar, nyaman atau tidak tubuhnya, kulitnya dapat merasakan dingin dan panas dan bayi dapat membedakan berada dalam pelukan ayahnya atau ibunya.
Allah setahap demi setahap proses pendewasaan sang bayi terus berkembang, coba sikapi apakah orang tua atau sanak saudara atau makhluk ciptaan Allah yang menjadikan kita bisa seperti ini…!!!!!
Kita lanjutkan perenungan ini lagi coba kita rasakan mulai dari mata ini terbuka ketika bangun tidur sampai kini ketika sahabat membaca tulisan ini, sudah berapa banyak sahabat merasakan nikmat Allah ..!!!!
Ketika mandi dapat merasakan sejuknya air, beranjak untuk bertugas dapat sampai dengan keadaan selamat, ketika makan dapat merasakan lezat, dapat menghirup udara bebas, dapat bersenda gurau, punya banyak kawan, punya kekasih, kekayaan cukup, keluarga bahagia, tubuh sempurna sehat, cantik, tampan dan masih banyak lagi. Itu sebagian kecil nikmat yang sudah sahabat rasakan…..
Sudahkah sahabat mengenal dan mencintai yang memberikan itu semua, janganlah sahabat lebih mengagungkan atau lebih mencintai selain Allah yang notabene makhluk ciptaaan yang tidak kekal…!!
ALLAH berfirman dalam Surat At Taubah ayat 24 :
“Katakanlah jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatirkan kerugiannya dan rumah tempat tinggal yang kamu sukai, LEBIH KAMU CINTAI DARI PADA ALLAH DAN RASULNYA serta berjihad di jalannya, maka tunggulah sampai Allah memberikan keputusannya dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang fasik.”
ALLAH berfirman dalam Surat Luqman ayat 33 :
“Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutlah pada hari yang (ketika itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya, dan seorang anak tidak dapat pula menolong bapaknya sedikitpun, sungguh janji Allah pasti benar, maka janganlah sekali-kali kamu terpedaya oleh kehidupan dunia dan janganlah kamu terpedaya oleh penipu dalam menaati Allah.”
Sahabat janganlah bekeras hati dan berbesar kepala merasa kita sudah cukup melakukan kebajikan-kebajikan, melaksanakan apa yang diperintahkan dan tidak melakukan apa yang dilarang oleh Allah, Sadarkah kita bahwa itu adalah kewajiban yang harus kita lakukan karena kita wajib bersyukur atas limpahan rahmat dan karunia nikmat yang telah kita terima dari Allah, maka belumlah cukup apa yang sudah kita perbuat itu, apalagi menyakinkan diri bahwa telah cukup bekal ke surga.
ALLAH berfirman dalam surat Ali Imran ayat 188 :
“Jangan sekali-kali kamu mengira bahwa orang yang gembira dengan apa yang telah mereka kerjakan dan mereka suka dipuji atas perbuatan yang mereka lakukan, jangan sekali-kali kamu mengira bahwa mereka akan lolos dari azab, mereka akan mendapat azab yang pedih.”
ALLAH berfirman dalam surat Al Isra ayat 37 :
“Dan janganlah engkau berjalan di bumi ini dengan sombong karena sesungguhnya engkau tidak akan dapat menembus bumi dan tidak akan mampu menjulang setinggi gunung.”
Ketahuilah jika kita berbuat kebajikan tetapi masih berharap imbalan atau pahala, itu berarti kita belum ikhlas sebagai mahkluk ciptaan Allah mensyukuri nikmat-nikmat NYA, dan masih jauh dari kategori Mencintai ALLAH AZZA WA JALLA.
Lakukanlah semua perintah Allah tanpa berharap imbalan apapun (pahala), tetapi dengan tulus ikhlas melakukan semua kebajikan karena Allah.
ALLAH berfirman dalam surat Al Hajj ayat 31 :
“Beribadahlah dengan ikhlas karena Allah tanpa mempersekutukan-NYA, barang siapa mempersekutukan Allah, maka seakan-akan dia jatuh dari langit lalu disambar oleh burung atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh.”
Benamkanlah diri ini untuk sang pencipta dan mohonlah selalu tuntunan dan bimbingan dari Allah Azza Wa Jalla.
Bersabarlah dan bertakwalah kepada Allah,dengan cara ajaklah berdamai hatimu agar hidupmu tentram karena dapat mencintai Allah yaitu dengan DZKIRULLAH (mengingat Allah, selalu menyeru namaNYA)
Allah berfirman dalam surat Yunus ayat 35 :
“Katakanlah, apakah di antara sekutumu ada yang membimbing kepada kebenaran?, Katakanlah ; ALLAH lah yang membimbing pada kebenaran. Maka manakah yang lebih berhak diikuti, Tuhan yang membimbing kepada kebenaran ataukah orang yang tidak mampu membimbing bahkan perlu di bimbing ? Bagaimana kamu mengambil keputusan?”
Surat Yunus ayat 36 :
“Dan kebanyakan mereka hanya mengikuti dugaan, sesungguhnya dugaan itu tidak sedikitpun berguna melawan kebenaran, sungguh Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.”
Sahabat dari ayat tersebut diatas jelas bahwa kita tidak boleh menghujat atau menduga-duga atau berprasangka buruk apalagi menghakimi manusia perihal keyakinannya pada Allah.
Karena Allah lebih tahu kedalaman hati manusia, janganlah melihat manusia dari tampak luarnya saja tetapi tengoklah kedalam diri sendiri dahulu, sudahkah hati ini mengenal Allah!!!!
Sudahkah hati ini diajak berdamai antara Ruh, Jiwa dan Raga.
Sudah siapkah Ruh dan jiwa mempertanggungjawabkan perbuatanya di hadapan Allah kelak…?
ALLAH berfirman dalam surat Al An’aam ayat 104 :
“Sungguh bukti-bukti yang nyata telah datang dari Tuhanmu, barang siapa melihat kebenaran maka manfaat bagi dirinya sendiri dan barang siapa buta (tidak melihat kebenaran itu) maka dialah yang rugi …”
Sahabat, mari selagi kita masih diberi kesempatan oleh sang pencipta untuk mengenalnya maka segerakanlah lihatlah kebenaran berbuatlah kebajikan tanpa berharap imbalan, tanamkanlah rasa malu dihatimu karena belum memenuhi keinginan Allah dengan sepenuhnya karena hati ini masih diisi oleh selain Allah (ghairullah).
Kenapa kepada sesama manusia kita punya rasa malu dan takut tetapi kepada Allah Tidak….!!!!! Mengapa…? Mengapa…..?
ALLAH berfirman dalam surat Al Anfal ayat 22 :
“Sesungguhnya makhluk bergerak yang bernyawa yang paling buruk dalam pandangan Allah ialah mereka yang tuli dan bisu (tidak mendengar dan memahami kebenaran) yaitu orang-orang yang tidak mengerti.”
Sahabat….
Manusia diberi akal dan pikiran untuk digunakan, diberi panca indra untuk digunakan, janganlah sia-siakan pemberian Allah hanya untuk menikmati kesenangan dunia, sudahilah. Mari kita lihat kebenaran tentang Keesaan, Keagungan juga Kebesaran Allah Azza wa Jalla.
ALLAH berfirman dalam surat Ibrahim ayat 3 :
“Orang yang lebih menyukai kehidupan dunia daripada kehidupan akherat dan menghalang-halangi manusia dari jalan Allah dan menginginkan jalan yang bengkok, mereka itu berada dalam kesesatan yang jauh.”
Dunia ini sudah mengeluarkan banyak tanda-tanda tentang Akhir Zaman atau kita kenal dengan KIAMAT, maka jangan sampai ruh dan jiwa ini menyesal karena tak dapat jumpa dengan Allah sang penciptanya.
ALLAH berfirman dalam surat Al Anbiya ayat 40 :
“Sebenarnya hari kiamat itu akan datang kepada mereka secara tiba-tiba, lalu mereka menjadi panik maka mereka tidak sanggup menolaknya dan tidak pula diberi penangguhan waktunya.”
ALLAH berfirman dalam surat Al Hajj ayat 1 :
“Wahai manusia ! bertakwalah kepada Tuhanmu, sungguh guncangan itu (kiamat) adalah suatu kejadian yang sangat besar.”
ALLAH berfirman dalam surat Al Hajj ayat 2 :
“Ingatlah pada hari ketika kamu melihatnya (guncangan itu) semua perempuan yang menyusui anaknya akan lalai, perempuan hamil akan keguguran dan kamu melihat manusia dalam keadaan mabuk padahal sebenarnya mereka tidak mabuk tetapi azab Allah itu sangat keras.”
Surat Al Hajj ayat 7 :
“Sungguh hari kiamat itu pasti datang, tidak ada keraguan padanya dan sungguh Allah akan membangkitkan siapapun yang di dalam kubur. ”
Sahabat….
Kiamat Besar memang akan datang dan kita tidak tahu kapan waktunya, demikian pula kiamat kecil atau kematian, kita juga tidak tahu kapan datangnya !!!
Mari kita mempersiapkan diri untuk jumpa dengan Sang Pencipta dengan bekal-bekal ketakwaan yang sebenarnya.
ALLAH berfirman dalam surat Ali Imran ayat 185 :
“Setiap yang bernyawa akan merasakan mati, dan hanya pada hari kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasamu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya.”
Apakah kita ingin menempati surga atau ingin jumpa dengan Allah karena mengandalkan Pahala, karena merasa sudah banyak berbuat kebajikan karena berharap dapat pahala sesungguhnya manusia tidak akan pernah tahu apakah dia dapat pahala atau tidak dari Allah karena Allah melihat dari HATI (KEIKHLASAN).
ALLAH berfirman dalam surat Ali Imran ayat 142 :
“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantara kamu dan belum nyata orang-orang yang sabar.”
Surat Ali Imran ayat 160 :
“Jika Allah menolong kamu, maka tidak ada yang dapat mengalahkanmu, tetapi jika Allah membiarkan kamu (tidak diberi pertolongan) maka siapa yang dapat menolongmu setelah itu?. Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakal.”
ALLAH berfirman dalam surat Al A’raf ayat 205 :
“Dan ingatlah Tuhanmu dalam hatimu dengan rendah hati dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara pada waktu pagi dan petang dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lengah.”
ALLAH berfirman dalam Al Quran surat Ar Ra’d ayat 28 :
“Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah, ingatlah hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram ”.
ALLAH berfirman dalam surat Al Hajj ayat 77 :
“Wahai orang-orang yang beriman ! Rukuklah, sujudlah, dan sembahlah Tuhanmu dan berbuatlah kebaikan agar kamu beruntung.”
ALLAH berfirman dalam surat An Nur ayat 21 :
“Wahai orang-orang yang beriman! janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan, barang siapa mengikuti langkah-langkah setan, maka sesungguhnya setan menyuruh mengerjakan perbuatan keji dan mungkar.
Kalau bukan karena karunia Allah dan rahmatnya kepadamu, niscaya tidak seorangpun diantara kamu bersih (dari perbuatan keji dan mungkar)Selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui ”.
ALLAH berfirman dalam surat An Nisa ayat 57 :
“Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, kelak akan kami masukkan kedalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Disana mereka mempunyai pasangan-pasangan yang suci, dan kami masukan mereka ke tempat yang teduh lagi nyaman.”
ALLAH berfirman dalam surat An Nisa ayat 79 :
“Kebajikan apapun yang kamu peroleh adalah dari sisi Allah dan keburukan apapun yang menimpamu, itu dari(kesalahan) dirimu sendiri…”
ALLAH berfirman dalam surat An Nahl ayat 128 :
“Sungguh, Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan.”
ALLAH berfirman dalam surat Al An’aam ayat 116 :
“Dan jika kamu mengikuti kebanyakan orang di bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Yang mereka ikuti hanya persangkaan belaka dan mereka hanyalah membuat kebohongan.”
Surat Al An’aam ayat 117 :
“Sesungguhnya Tuhanmu,Dialah yang lebih mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-NYA, dan Dia lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.”
Surat Al An’aam ayat 120 :
“Dan tinggalkanlah dosa yang terlihat ataupun yang tersembunyi. Sungguh orang-orang yang mengerjakan perbuatan dosa kelak akan diberi balasan sesuai dengan apa yang mereka kerjakan.”
Surat Ali Imran ayat 76 :
“Sebenarnya barang siapa menepati janji dan bertakwa, maka sungguh Allah mencintai orang-orang yang bertakwa.”
Surat Ali Imran ayat 133 :
“Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa.”
Surat An Nisaa ayat 18 :
“Dan tobat itu tidaklah (diterima Allah) dari mereka yang melakukan kejahatan hingga apabila datang ajal kepada seseorang diantara mereka, barulah dia mengatakan “Saya benar-benar bertobat sekarang” Dan tidak pula diterima tobat dari orang-orang yang meninggal sedang mereka dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah kami sediakan azab yang pedih.”
(Kekafiran = menduakan Allah)
Surat Ali Imran ayat 139 :
“Dan janganlah kamu merasa lemah dan jangan pula bersedih hati sebab kamu paling tinggi derajatnya, jika kamu orang beriman.”
Filed under: Artikel - artikel Ditandai: | Agama, Ahlussunnah, aqidah, cinta, DAKWAH, iman, inspirasi, Islam, kasih, nurani, Puisi, remaja islam, Renungan, Sufi, syair