Salam….
ALLAH menciptakan manusia terdiri dari Ruh , Jiwa dan Raga.
Ruh adalah Dzat ALLAH yang sangat suci untuk menjadikan manusia hidup.
Ruh sebelum dimasukan dalam janin, ia diberi nama oleh ALLAH dan diminta untuk kembali dengan selamat yaitu tetap dalam keadaan beriman.
Ruh adalah pedzikir sejati atau selalu memuji ALLAH tanpa di batasi oleh ruang dan waktu dan ruh sangat patuh dan jujur, selalu ingin berbuat kebajikan karena takut pada ALLAH.
Ruh dimasukkan ke dalam Qolbu manusia yang sangat dalam.
Jiwa adalah duplikat dari raga atau tubuh yang nantinya akan mempertanggungjawabkan semua perbuatannya semasa hidup.
Raga atau tubuh adalah bagian dari dzat-dzat ALLAH yang berwujud yang terdiri dari begitu banyak bagian yang saling membutuhkan satu sama lain.
Mari kita renungkan bahwa ALLAH menciptakan semua unsur yang ada dalam tubuh manusia begitu sempurna dan teratur.
Mari kita bercermin merasakan kasih sayang ALLAH sejak kita dalam kandungan sampai usiamu kini.
Dimulai dari setetes mani hingga menjadi bayi mungil yang lahir kedunia dengan lengkingan tangisan pertama yang menggetarkan hati , penuh dengan suka cita bagi ayah ibunya juga sanak keluarga dan penolongnya.
Dengan penuh kasih , ALLAH memberikan naluri kepada sang bayi diantaranya naluri menyusu, naluri menangis ketika tak nyaman, naluri tertawa ketika senang, naluri takut dan lain lain.
Sang bayi terus berkembang mulai dapat merangkak, berjalan sampai berlari, tubuhnyapun terus bertambah besar karena dapat menyantap makanan dengan nikmat, kepandaian pun terus dipupuk , rejeki pun kau dapatkan , kau masih hidup hingga kini dengan selamat.
Cobalah kau sadari siapakah yang sesungguhnya menjadikanmu menjadi manusia seperti sekarang ini ?
Janganlah kita melihat rejeki pemberian ALLAH itu dari sudut pandang materi saja, marilah kita mulai melihat dan menyadari betapa ALLAH sudah memberikan rejeki sejak dalam kandungan hingga manusia wafat.
ALLAH sangat banyak memberikan karunianya kepada manusia diantaranya dzat-dzat dan senyawa-senyawa dalam tubuh manusia yang menjadikannya hidup, dapat tumbuh kembang menjadi besar , dapat menghirup udara segar , dapat melihat aneka flora dan fauna juga dapat merasakan semilirnya angin, dapat mendengar gemericiknya air, merasakan panasnya terik matahari dan masih banyak lagi pemberian ALLAH kepada manusia yang dapat dinikmati. Bukankah itu juga rejeki yang sudah kita nikmati ??!!!!
Wahai sahabat-sahabat sekalian…..
Sucikanlah jiwamu karena waktumu di dunia sangatlah singkat, hari demi hari berlalu dan banyak waktu yang berlalu menjadi sia-sia, kini waktu yang tersisa manfaatkanlah untuk kembali mengenal dan mencintai ALLAH.
Dunia ini tidak kekal, ingatlah akan kematianmu, karena akhirat menyediakan 2 ( dua ) pilihan yaitu :
1. Kenikmatan hakiki
2. Siksaan hakiki
Alam kubur adalah persinggahan sementara, sebelum dibangkitkan menuju keabadian yang hakiki.
Bersihkanlah jiwamu dari bujuk rayu dan hawa nafsumu, bawalah jiwamu menemui ALLAH dengan bersih dan suci , raihlah NUR ALLAH .
Manusia terbagi menjadi 2 ( dua ) golongan yaitu :
1. Manusia yang berada dalam kedamaian jiwa, hati, menjadi tentram, bahagia, merasa cukup dengan yang ada, selalu berbuat kebajikan dan taat pada ALLAH.
2. Manusia yang tidak damai jiwanya , hatinya penuh kebimbangan,keraguan,resah tidak pernah merasa cukup dengan hal keduniaan karena kufur kepada ALLAH.
Bercerminlah ada di golongan manakah kita ?……
Hati ibarat sebuah cermin untuk mengenal ALLAH, bila cermin itu kotor dan berkarat karena tidak dijaga dan dibersihkan, bagaimana kita bisa dapat melihat apa yang kita cari dalam cermin tersebut ?!!!!!…..
Sahabat-sahabatku…..
Manusia yang membiarkan hidupnya terombang ambing oleh dunia, maka ia akan menyesali diri bila ruh telah terpisah dari raganya, jiwanya kosong dari makrifat karena hatinya mati sebelum raganya mati, hati yang mati maka ia tidak akan menerima Nur ALLAH.
Kasihanilah dirimu sendiri, gunakanlah segala daya dan upayamu untuk mengabdikan diri kepada ALLAH.
ALLAH telah memberikan karunia kepandaian, kesehatan dan cahaya kerohanian, menjadikan kau manusia sempurna, maka serahkanlah dirimu segera pada ALLAH , laksanakan segala perintah-perintah-NYA.
Benci dan malaslah melakukan apa saja yang di larangnya, agar kamu terlepas dari hawa nafsu kebinatangan dan kesyetanan.
Semoga sahabat dapat mencapai kesehatan jiwa yang sempurna.
Sabda nabi Muhammad SAW :
” Dunia ini penjara bagi orang beriman dan surga bagi orang kafir “
Orang yang beriman itu terpenjara di dunia , karena ia sudah mengenal jati dirinya yaitu bahwa didalam tubuh manusia terdapat dzat-dzat ALLAH yang membuatnya hidup maka ia sangat takut untuk menyakitinya, dan orang beriman menyadari bahwa ALLAH ada di dalam diri manusia, maka ia menjadi manusia yang penuh dengan kasih dan sayang karena ALLAH, yang ditujukan kepada sesama makhluk ALLAH.
Orang beriman tidak akan mengeluh karena :
“ Kasih ALLAH kepada hambanya melebihi kasih ibu kepada anaknya ”
Surga bagi orang kafir maksudnya adalah manusia yang selalu menghalalkan segalanya untuk kepuasan diri di dunia, sehingga hanya kenikmatan dunia yang ia raih, juga tidak mengenal ALLAH.
Manusia ini berkedok dengan selalu membawa nama ALLAH, sesungguhnya ia tak mengenal ALLAH.
Sahabat……
Buanglah dirimu, buanglah kemewahan makhluk, buanglah dunia dan akhirat serta kosongkanlah diri dari segalanya jika kamu menghendaki ALLAH .
Merasa senanglah dengan kebesaran ALLAH, buanglah syirik dan bersikaplah ikhlas, kemudian mendekat dan bersujud kepada ALLAH dengan tidak lagi memperdulikan hal-hal keduniaan dan keakhiratan atau mahkluk atau kemewahan hidup.
“ ALLAH tidak dapat dirangkul oleh langit dan bumi tetapi ALLAH dapat dirangkul oleh hati hamba-hamba-NYA yang beriman ”
“ Hamba yang beriman adalah insan yang menyingkirkan apa dan siapa dari dalam hatinya, dan menempatkan hanya ALLAH di dalam hatinya. Maka ALLAH akan menyinari hatinya dengan Nur ALLAH “
Selama ini kita telah membuat hati ini terpencil jauh dari ALLAH, saatnya kini kita menjauhkan hati ini dari segala makhluk selain ALLAH (Ghairullah) , agar kita mengenali jalan menuju ALLAH dan mendekatkan diri pada ALLAH.
Mari kita bersihkan hati ini dari daki-daki dunia, hati yang suci bersih akan bergerak menuju ALLAH dengan jalan Makrifat.
Makrifat kepada ALLAH dengan selalu mengisi hari dengan rasa dekat kepada ALLAH, dan terus memuji-NYA, kita harus yakin bahwa ALLAH yang menegakkan, menguasai, menyaksikan dan mengetahui segalanya.
Lidah adalah alat yang indah untuk memuji ALLAH dan menyeru nama-nama-NYA yang indah, mengagungkan kebesaran-NYA dan keesaan-NYA .
Jika lidah digunakan untuk membicarakan hal-hal yang tidak berguna, maka kita telah menyia-nyiakan nikmat ALLAH dan ALLAH akan meminta pertanggungjawabannya kelak.
ALLAH telah melimpahkan rahmat dan kasih sayang dan keridhoan-NYA kepada hamba-hamba-NYA yang menuntut ilmu dengan niat yang baik, karena ilmu adalah cahaya dari ALLAH tentulah akan dimuliakan dan diangkat derajatnya oleh ALLAH.
Sahabat-sahabatku…..
Dalam perjalanan menuju ALLAH , kita harus menerima dengan ikhlas berbagai ujian dan cobaan untuk membuktikan bahwa kita sungguh-sungguh ingin mengenal dan mencintai ALLAH, bersikap teguh hati untuk terus menuju dan mencapai kebahagiaan yang hakiki disisi ALLAH.
Kemiskinan di dunia sesungguhnya tidak berat tetapi jika kita miskin di akhirat itu yang sangat merugi karena kemiskinan di akhirat sangat kekal.
Kekayaan, anak, istri, suami, pangkat, jabatan, kedudukan, kecantikan, ketampanan, kemolekan, kepandaian itu semua titipan ALLAH yang setiap saat dapat diambil oleh ALLAH tanpa ada yang bisa menghalangi.
Maka untuk apa kita sombong, angkuh , tinggi hati, kikir, pendendam, penjilat, penyebar fitnah kemudian pandai menghujat sesama manusia yang akan merugikan dirimu sendiri di hadapan ALLAH.
Penuhi hatimu dengan K A S I H , maka hidupmu akan tenang dan damai karena kita telah sadar didalam tubuh manusia terdapat dzat ALLAH yang suci.
“ KASIHI SESAMAMU SEPERTI ENGKAU MENGASIHI DIRIMU SENDIRI “
Salam mknr
~SM~
Filed under: Artikel - artikel Ditandai: | Agama, Ahlussunnah, aqidah, cinta, DAKWAH, iman, inspirasi, Islam, kasih, nurani, Puisi, remaja islam, Renungan, Sufi, syair
salam pada tuan empunya blog..moga anda diberkati..
salam……
untuk ananda zamrud terima kasih telah berkenan untuk mengunjungi blog ini, Mudah-mudahan ALLAH selalu menuntun gerak langkah, lisan, perbuatan dan akal pikiran kita untuk dapat lebih mengenal-NYA.
salam kasih.
sy ingin sangat berjumpa dengan mu,ingin mencari guru untuk belajar agama.
Salam kasih ……
Untuk ananda maszlanzs, kami mengharapkan ananda untuk mengirimkan alamat email yang bisa kami hubungi, atas perhatiannya kami mengucapkan terim kasih.
salam
d manakh aku bisa jumpa yg punya web atau adakh yg bisa membimbing sy tuk mengenal diri dan mengenal Allah baik secara akidah atau spiritual…???
Salam kasih ………
Untuk ananda m.fajar alam, niat tulus dan ikhlas ananda untuk blelajar mengenal ALLAH Azza wa Jalla bisa disampaikan melalui email : mknr@ymail.com atau melalui blog ini, insya ALLAH atas bimbingan-NYA kami akan menjawab segala pertanyaan ananda. terima kasih.
salam
salam ………
untuk ananda maszlanzs, ananda bisa mempergunakan blog ini sebagai media komunikasi bagi kita, atau apabila ananda berkenan bisa mengirimkan alamat email ananda kepada kami untuk bertanya jawab mengenai ke-TAUHID-an secara pribadi. terima kasih.
salam kasih
Kita adalah orang yang hina.jiwa kita,raga kita itu hanyalah semua dan sewaktu-waktu akan diamatikan oleh yang memberikannya.ingatlah
silahkan lihat juga di
http://tatahati.blogsome.com/2008/07/01/mengenal-manusia-insan/
Terima kasih Pak, tulisan mulia ini telah menyadarkan saya akan siapa sebenarnya diri ini.
Tetapi sering kesadaran ini hilang, meskipun sering mendekap dan meraba dada, siapa yang mendetakan jantung ini, jantung yang telah berdetak sekian lama. Banguanannya jatung ini mungkin sederhana barangkali dibangun dari otot sekepal tangan, tetapi bisa berdenyut, saya sama sekali tidak terlibat.
Astagfirullah al’azzim…………kenapa saya tidak bersyukur kepada NYA.
ALLAH telah memberi RAGA yang sempurna, ALLAH “mengizinkan” RUH bersemayam dalam RAGA ini, tapi kenapa JIWA ini tidak sadar.
Saya sadar bahwa saya hanya JIWA, sedangkan RAGA dan RUH adalah milik dan titipan ALLAH.
Bahkan saya lebih fatal lagi tidak mengenal JIWA sendiri, JIWA yang mungkin wujudnya abstrak, mungkin melayang-layang, tetapi sombong
Bapak, saya ingin mengenal JIWA agar saya tidak sombong, saya tidak ada apa-apanya tanpa RUH dan RAGA.
Terima kasih sebelumnya, semoga Bapak diberi umur yang panjang ….. amin
salam,
Dio Arta
Salam Ananda Rio
Jiwa adalah duplikat dari raga, apabila nanda ingin mengenal jiwa nanda maka kenalilah terlebih dahulu raga nanda, melihat kebelakang dan mengingat seluruh pengalaman, kejadian dan segala sesuatunya yang raga nanda telah perbuat, apabila raga nanda baik maka baikpulalah jiwa nanda begitupun sebaliknya, apabila nanda ingin bertanya lebih jauh tentang ke-TUHAN-an ataupun sekedar sharing dan curhat silahkan nanda posting di forum tanya jawab, senantiasa akan kami terima dengan senang hati
saya kurang jelas.maksunya jiwa duplikat raga dan yang akan bertangung jawab tentang perbuatan kita.
Berarti ruh kita tidak akan bertangung jawab.dan saat jiwa ada di alam kubur menungu hari pembalasan berarti jiwa hidup,itu hidupnya masih ada ruhnya atau tidak.saya mohon jawabanya ini pertanyaanku dari lubuk hati yang sangat dalam.biar saya tidak salah arti/maksud.
Setelah raga mati ruh kita kemana jiwa kita kemana dan apakah jiwa kita hidupnya karena ruh.kalau iya di alam kubur berarti jiwa yang masih ada ruhnya.